Prolog
Pernah kebayang gak?? Jadi perjaka di usia 23 tahun, dan harus hidup
diantara cewek-cewek cantik yang super sexy, sedangkan lu harus mencari
kekasih masa kecil-lu yang dah lu bela-belain sampe musti lari dari
rumah di kampung, pindah ke kota besar, supaya lu bisa nepatin janji lu
ma pacar masa kecil lu untuk masuk ke universitas terbaik di Negara lu??
Sedangkan lu sendiri gak tahu gimana wujud pacar lu itu sekarang,
bahkan lu lupa namanya , umurnya jadi musti gimana ??
Cerita ini adalah buku harian dari orang beruntung itu, sedangkan
emang dia sendiri terlalu lugu yang cenderung bodoh, berusaha untuk
mimpi masa kecil dimana ke kota besar pun baru kali ini sepanjang
hidupnya, berbekal uang 1.000.000 hasil kerja part time, harus cari uang
untuk biaya masuk universitas, bayar les, tempat tinggal dan biaya
hidup, tapi seengaknya dia mau tuch berusaha, kira-kira berhasil gak ya
??
^^^^^
ACT I : Lapar … NEWPARADISE
Tampang pas-pasan, bibir tebal, rambut ikal, pendek lagi, dengan tas
kemping yang rasanya sudah semakin berat karena perut yang kosong ini
sudah mulai memainkan orkestra, rasanya langkah pun semakin berat, oh ya
laki-laki ini bernama Jaka, ya ga keren untuk ukuran anak kampung
sekalipun , entah kenapa bapaknya dapat ilham buat ngasih nama anaknya
seperti itu , sehingga terkadang Jaka mengaku namanya Jack.. biar
agak-agak bau import katanya
Lampu-lampu kota sudah mulai menyala sepanjang jalan dengan perut
keroncongan Jaka terus berjalan sambil membaca Koran mencari tempat
tinggal dia selama di kota besar ini, bukan, bukan dia gak mencari
tempat tinggal dari tadi, atau cari tempat yang mewah, tapi gara-gara
budgetnya yang pas-pasan itu , jelas sulit baginya untuk mencari tempat
tinggal yang layak , ya 500.000 untuk satu tahu gitu loh, di kota besar
lagi,..
Entah sudah berapa kali Jaka ditolak pemilik-pemilik kost-kostan ,
ada yang mau menerima tapi tempatnya ternyata sarang gembong narkoba,
yang kayaknya ga banget dech buat cowok lugu dari kampung macam Jaka ,
ada lagi tempat yang menerimanya namun lebih mirip pabrik pemalsuan
uang, ya ampun bisa-bisa belum masuk Universitas udah masuk hotel prodeo
dech hehehe..
Aroma Mie Kuah dari salah satu sudut restoran benar-benar membuat air
liur Jaka menetes, bau bawang putih yang digoreng hingga memberikan
keharuman yang benar-benar wah,.Ataupun bau kuah daging yang benar-benar
menggugah selera,.akhirnya Jaka menyerah juga dan bergegas masuk ke
kedai makanan itu, dan bergegas memesan semangkuk mie kuah porsi besar,.
” Pak, pak 1 mangkuk ya, tapi double.. “
” Ok bos,..15.000 ” jawab si penjual itu..
” Ok bos,..15.000 ” jawab si penjual itu..
Jaka pun mengambil uang di dompetnya, terbayang sudah mie kuah yang
sedap dengan potongan daging dan kuah yang penuh dengan kaldu, ditambah
dua buah udang rebus yang menambah kenikmatan apalagi ditambah kecap
asin untuk membuatnya bertambah nikmat dengan irisan sayur-sayuran
diatasnya yang membuat Mie kuah itu makin mengugah selera..
Rogoh Saku kiri, rogoh saku kanan, wajah Jaka mulai cemas, belum juga
ditemukannya dompet yang menyimpan seluruh uangnya, dilepasnya tas
gendongnya masih penasaran dibongkarnya tas itu untuk mencari si dompet
yang tiba-tiba raib, Jaka pun hanya dapat menelan ludah saat menyadari
dompetnya hilang,..
” Oh tidak !! ” pikir Jaka,..
Belum lagi semangkuk Mie Kuah dengan ukuran ekstra sudah menunggu dihadapannya, sedangkan si penjual dengan kumis melintang dan wajah yang sanggar sudah menatapnya dengan tatapan yang sangat menyeramkan..Lagi-lagi Charlie Jaka hanya bisa menelan ludah , kali ini karena ketakutan..
Belum lagi semangkuk Mie Kuah dengan ukuran ekstra sudah menunggu dihadapannya, sedangkan si penjual dengan kumis melintang dan wajah yang sanggar sudah menatapnya dengan tatapan yang sangat menyeramkan..Lagi-lagi Charlie Jaka hanya bisa menelan ludah , kali ini karena ketakutan..
” Kenapa ?? Ga punya duit ?? ” Tanya si penjual , galak..
” Domm… dompet saya hilang pakkk benar.. “
” Oh ya sudah,.. ” Jawab si penjual enteng..kali ini sambil mengambil mangkuk mie di hadapan Jaka..Jaka pun hanya bisa pasrah saja melihat Mie itu mulai menjauh..
” Domm… dompet saya hilang pakkk benar.. “
” Oh ya sudah,.. ” Jawab si penjual enteng..kali ini sambil mengambil mangkuk mie di hadapan Jaka..Jaka pun hanya bisa pasrah saja melihat Mie itu mulai menjauh..
” Nich, makan ini aja.. ” kata si penjual galak, ” Ga punya uang koq mau makan enak.. “
Sambil melempar Koran bekas pada Jaka, tepat mengenai wajahnya…
Sambil melempar Koran bekas pada Jaka, tepat mengenai wajahnya…
Gontai Jaka pun berjalan keluar kedai, perut lapar yang makin membuat
langkahnya berat, belum lagi semua uang simpananya hilang, benar-benar
bahkan untuk pulang ke kampung pun sudah tak punya uang…
Hanya sebuah Koran yang menemaninya kini, Koran yang tadi dilempar
oleh si penjual makanan, hampir saja Jaka memakan Koran itu, namun baru
segigit saja rasanya sudah tak enak.. Membuat Jaka urung memakannya..
Sementara malam sudah semakin gelap , langkah kaki Jaka membawanya ke
sebuah taman yang sunyi, duduk melepas penat, ditaruhnya tas besarnya
disamping, sambil memegangi perutnya yang berbunyi tanpa henti, Jaka pun
merebahkan tubuhnya, dia pun membuka Koran lusuh yang masih
dipegangnya..dibukanya Koran itu, entah untuk apa, sebuah kolom iklan
langsung menarik perhatiannya..
NewParadise
Terima Teman Sewa Kamar..
Khusus pria..
Sewa murah dan terjangkau..
Fasilitas lengkap
Boleh hutang
Alamat : Jln.. XXX no. XX
Terima Teman Sewa Kamar..
Khusus pria..
Sewa murah dan terjangkau..
Fasilitas lengkap
Boleh hutang
Alamat : Jln.. XXX no. XX
Langsung saja Jaka meloncat dari kursi taman itu dan bergegas
menggendong tas gendongnya, bagaikan mendapatkan undian 1 milyar baginya
membaca iklan itu, rasanya ingin sekali berterima kasih pada si penjual
Mie tadi, yang sebenarnya sudah membuatnya menyumpah-nyumpah kesal
karena pelitnya si penjual tadi..
Tanya sana Tanya sini..Akhirnya sampai juga Jaka ke rumah kontrakan
itu, rumah 2 lantai dengan dinding yang didominasi warna biru muda,
indah sekali, tidak terlalu besar namun terlihat nyaman, NewParadise
begitu yang tertulis pada papan nama di depan gerbangnya,
Jantung Jaka berdetak demikian cepat, rasanya tangan ini tak kuat
untuk memencet bel rumah itu, satu kalimat di iklan membuat Jaka sedikit
ragu dengan rumah kontrakan NewParadise ini..
Khusus laki-laki
Cetak miring , dibold lagi, kenapa?? Apa maksudnya ini, apalagi rumah
kontrakan macam ini tidak mungkin murah, begitu bagus, berkali-kali
lipat lebih indah dibanding rumahnya dikampung..
Jangan-jangan..
Jangan-jangan…
Jangan-jangan…
Ini rumah kontrakan para homo, terbayang olehnya..4 orang lelaki setengah baya mewawancarainya..
” Jadi kamu Jack ?? ” kata si salah satu bapak yang berkaca-mata
Sambil menelan ludah Jaka hanya dapat mengangguk..
” Ayo buka baju.. ” perintah yang satunya lagi..Bapak botak dengan jidat licin bercahaya..
Jaka pun hanya dapat mengikuti perintah mereka..perlahan dibukanya kaus lengan panjangnya itu,..Jaka pun hanya dapat pasrah melihat wajah mereka yang senyum-senyum sendiri, sementara matanya terus memandangi tubuhnya dari atas sampai keujung kaki,..
Sambil menelan ludah Jaka hanya dapat mengangguk..
” Ayo buka baju.. ” perintah yang satunya lagi..Bapak botak dengan jidat licin bercahaya..
Jaka pun hanya dapat mengikuti perintah mereka..perlahan dibukanya kaus lengan panjangnya itu,..Jaka pun hanya dapat pasrah melihat wajah mereka yang senyum-senyum sendiri, sementara matanya terus memandangi tubuhnya dari atas sampai keujung kaki,..
” TIDAK !!!!! ” bunyi pintu yang terbuka membuyarkan lamunan Jaka
yang mengerikan, pintu itu mulai terbuka, ingin rasanya Jaka bergegas
kabur dari pintu gerbang rumah ini, terbayang olehnya yang keluar adalah
bapak botak dengan jidat yang bercahaya tadi…
Jantungnya berdetak makin keras, ingin lari pun rasanya kaki ini
sudah tak kuat, hingga sosok dibalik pintu itu pun keluar dari rumah
itu…
” Hay..Cari siapa ?? ” suara halus yang damai menyelusup ke telinga
Jaka, hancur semua bayangan homo-homo menyeramkan tadi, yang ini, yang
ini, benar-benar surga dunia, bidadari yang benar-benar cantik menyapa
di pintu rumah itu.
ACT II : Passing Test
Kali ini liurnya benar-benar menetes bukan karena aroma Mie Kuah tapi
karena Bidadari itu hanya mengenakan tanktop putih dengan rok mini, wow
!!! rasanya mata Jaka mau copot melihatnya, apalagi puting gadis cantik
itu tercetak jelas pada tanktop putihnya, potongan tanktopnya pun
sangat rendah hingga membuat belahan payudaranya sedikit terlihat,..
Jantung Jaka berdegup makin kencang, untung dia tidak lari tadi,
kalau gak ini bisa jadi penyesalan terbesar dalam hidupnya, Jaka pun
hanya bisa tertegun melamun, sementara seonggok benda hidup mulai
menggeliat dibalik celana dalamnya..
” Halo… ” Suara itu memanggil Jaka yang hanya bisa bengong menatap
mahluk cantik dihadapannya, Rambut gadis itu terurai panjang dengan
rambut semi highlight potonganya pun gaya terkini, benar-benar sedap
dipandang, senyumnya pun begitu manis..
” Halo… ” Panggilan kedua dari gadis itu membangunkan Jaka dari lamunannya,.
Jaka pun hanya dapat tersenyum sambil tersipu malu, ..
” Cari siapa ya ?? ” Tanya gadis itu, merdu sekali suaranya
” Ga cari siapa-siapa ” Jawab Jaka terbata-bata..
” Jadi kamu orang iseng ya ?? ” Tanya gadis itu sedikit takut sambil mulai bersembunyi dibalik pintu,..
” Bukan !! ” Jaka panik ” Tenang, saya bukan mau isenk, saya baca iklan tentang rumah kontrakan, apa masih ada kamar ?? “
” Oooowww… ” Gadis itu menatap sedikit tak percaya..
” Ga cari siapa-siapa ” Jawab Jaka terbata-bata..
” Jadi kamu orang iseng ya ?? ” Tanya gadis itu sedikit takut sambil mulai bersembunyi dibalik pintu,..
” Bukan !! ” Jaka panik ” Tenang, saya bukan mau isenk, saya baca iklan tentang rumah kontrakan, apa masih ada kamar ?? “
” Oooowww… ” Gadis itu menatap sedikit tak percaya..
Jaka pun hanya melongok saja , sambil berharap dia mendapat kesempatan untuk bisa tinggal bersama gadis secantik ini,..
” Ya sudah, ayo masuk kalo gitu.. ” kata gadis itu,..Mata tampak masih sedikit curiga..
” Ya sudah, ayo masuk kalo gitu.. ” kata gadis itu,..Mata tampak masih sedikit curiga..
Oh merdu sekali terdengar di telinga Jaka…
Jaka pun melangkah masuk ke dalam rumah itu, “NewParadise” tapi matanya tak pernah lepas dari bokong gadis itu, oh indah sekali saat bokong yang bulat padat itu bergerak mengikuti langkah dari pemiliknya, tak berapa lama sampailah mereka berdua di ruang tamu rumah itu, tidak terlalu besar tapi nyaman, kursi yang membentuk letter L berwarna Maroon, sementara disudut ruangan terdapat televisi 29 inci, rasanya tak percaya Charlie melihat ada televisi sebesar itu sedangkan dikampungnya televise terbesar hanya seukuran 16 inci..
Jaka pun melangkah masuk ke dalam rumah itu, “NewParadise” tapi matanya tak pernah lepas dari bokong gadis itu, oh indah sekali saat bokong yang bulat padat itu bergerak mengikuti langkah dari pemiliknya, tak berapa lama sampailah mereka berdua di ruang tamu rumah itu, tidak terlalu besar tapi nyaman, kursi yang membentuk letter L berwarna Maroon, sementara disudut ruangan terdapat televisi 29 inci, rasanya tak percaya Charlie melihat ada televisi sebesar itu sedangkan dikampungnya televise terbesar hanya seukuran 16 inci..
” Ayo duduk.. ” ajak gadis itu, mempersilahkan Jaka duduk di sofa itu,..
Perlahan Jaka pun mendaratkan pantatnya diatas sofa empuk itu, matanya tak pernah lepas menatap wajah cantik dihadapannya,..
Perlahan Jaka pun mendaratkan pantatnya diatas sofa empuk itu, matanya tak pernah lepas menatap wajah cantik dihadapannya,..
” Oh, aku salah satu penghuni disini, bisa dibilang aku yang punya
ide untuk membuat rumah kontrakan ini, desain ruangan dan perabotnya
hasil rancangan ku,..Hmmm oh ya hampir lupa nama saya Maria..22 tahun
Interior Desainer.. ” kalimat itu meluncur indah dari mulut mungil gadis
itu,..
Maria, oh Maria cantik sekali namanya secantik orangnya
” Hmm, nama anda siapa ?? ” Tanyanya..membangunkanku dari hayalan
” Jack, nama saya Jack, ” Agak tegang juga berbicara dengan wanita secantik ini apalagi jarak sedekat ini, rasanya hembusan nafasnya pun terdengar di telinga Charlie..
Gadis itu menatap Jaka seolah tak percaya nama Jaka adalah Jack
” Hmm, nama anda siapa ?? ” Tanyanya..membangunkanku dari hayalan
” Jack, nama saya Jack, ” Agak tegang juga berbicara dengan wanita secantik ini apalagi jarak sedekat ini, rasanya hembusan nafasnya pun terdengar di telinga Charlie..
Gadis itu menatap Jaka seolah tak percaya nama Jaka adalah Jack
” Se..se benernya nama saya Jaka, ” Jaka ga enak hati sendiri
” Hmmm, Jaka , lucu ya namanya..” Maria tersenyum, Jaka pun hanya bisa mengangguk lugu, sambil senyum-senyum sendiri..
” Jadi kerja atau kuliah ?? ” Tanya Maria lagi..
” Ca.. Calon mahasiswa, ” Jawab Jaka , rasanya jantungnya mau copot saat Maria mengambil gelas diatas meja, yang membuatnya sedikit membungkuk, Payudaranya makin tercetak jelas pada tanktop putihnya, apalagi saat payudaranya tertekan pada pahanya membuat seolah payudara itu mau meloncat keluar dari tanktop putih itu..
” Ca.. Calon mahasiswa, ” Jawab Jaka , rasanya jantungnya mau copot saat Maria mengambil gelas diatas meja, yang membuatnya sedikit membungkuk, Payudaranya makin tercetak jelas pada tanktop putihnya, apalagi saat payudaranya tertekan pada pahanya membuat seolah payudara itu mau meloncat keluar dari tanktop putih itu..
” Mau minum ?? ” Tanya Maria,..
Jaka hanya menggeleng , matanya tak pernah lepas sedikit pun dari payudara Maria, berkedip pun tidak,..
Jaka hanya menggeleng , matanya tak pernah lepas sedikit pun dari payudara Maria, berkedip pun tidak,..
” Ok, mau lihat-lihat dulu ?? ” ajak Maria, setelah menegak
minumannya, lagi lagi payudara itu membusung saat Maria menaruh gelas
minumannya,..Jaka pun hanya mengganguk sambil mengikuti Maria yang
menarik tangan Jaka, lembut sekali tangannya..
” Disini ada beberapa peraturan,.. ” sambil mengajak Jaka berjalan
kearah tangga, Maria beberapa langkah didepan, hingga untuk pertama
kalinya sejak dilahirkan, Jaka menatap surga dunia meski masih sedikit
berkabut,..
Paha mulus yang cukup panjang, padat sekali hingga berujung pada
pangkal paha yang menutupi bagian paling sensitive lubang buaya yang
memberikan berjuta kenikmatan, Celana dalam Maria yang membuat Jaka
mulai sulit bernafas karena jantungnya terlalu cepat berdetak, rasanya
hidung Jaka pun mulai menghangat, seperti orang mau mimisan, tak cukup
itu, rasanya celana ini segera sobek , belum pernah rasanya penis Jaka
menjadi sekeras ini…
Seolah tak menyadari bahwa celana dalamnya terpampang di kedua bola
mata Jaka, Maria malah melangkah makin tinggi meninggalkan Jaka, seolah
sengaja membuat Jaka memandangi dirinya, yang justru membuat jantung
Jaka berdebar makin cepat sambil menghayalkan pemandangan dibalik celana
dalam itu..
Jaka bahkan tak pernah tahu bagaimana bentuk kemaluan wanita yang membuatnya berhayal tak jelas,..
Tiba-tiba Maria memanggil, “Ayo naik, lagi lihat apa sich ?? “
” gak..gak lihat apa-apa koq ” Jaka gelagapan menjawabnya..
” gak..gak lihat apa-apa koq ” Jaka gelagapan menjawabnya..
Maria pun hanya tersenyum saat Jaka mulai melangkah naik,
” Peraturan pertama, dilarang mencampuri privacy orang lain ” kata Maria sambil tersenyum,..
” hmmm, yang ini kamar Sherry.. ” sambil menujuk kamar diujung lorong itu,..
” Peraturan pertama, dilarang mencampuri privacy orang lain ” kata Maria sambil tersenyum,..
” hmmm, yang ini kamar Sherry.. ” sambil menujuk kamar diujung lorong itu,..
” Ya, siapa yang memanggil ?? ” Jawab orang dibalik pintu kamar itu,
dan tiba-tiba kamar itu terbuka, seorang gadis cantik tersenyum menatap
Jaka dan Maria, cukup tinggi juga, sedikit lebih tinggi dibanding Jaka,
Tak kalah cantik dengan Maria, walaupun payudaranya tak sebesar
Maria, namun tubuhnya lebih ideal, dan yang terpenting yang membuat
darah dihidung Jaka mulai menetes keluar adalah,..
Sherry yang dengan santainya menyapa Charlie wlaupun tubuh sexynya hanya terbalut handuk putih dengan motif Puuka diujungnya,..
” Halo,, penghuni baru ?? ” Tanya cewek yang dipanggil Sherry ” Aku
Sherry, 23 tahun, sekarang bekerja sebagai pramugari , kamu ?? “
” Sa..sa…saya Jack, eh Jaka ” Jaka gelagapan sambil berusaha menyedot
darah dihidungnya masuk kembali, ” 2..23 tahun , calon mahasiswa.. ”
Jaka kembali menelan ludah
” Owhh, lucu ya” jawab Sherry sambil tersenyum , sambil membenarkan
posisi handuknya, yang sedikit melorot membuat payudaranya sedikit
terlihat, wow indah sekali kata Jaka, sedangkan Sherry seolah tak
perduli kalau yang dihadapannya ini juga seorang lelaki
Apalagi tubuhnya setengah basah begitu membuat tubuhnya sedikit
bercahaya terkena pantulan lampu kamarnya, membuat tubuh sexynya
bertambah ‘mantab’ dan jelas membuat nafas Jaka pun makin berat saja,..
” Ya nanti kita ngobrol lagi ya, mau ganti baju dulu.. ” Sherry kembali tersenyum sambil menutup pintu kamarnya,..
” Itu Sherry , cantik ya..” kata Maria seolah menggoda Jaka,..
Jaka pun kembali hanya dapat mengganguk kecil,..
Jaka pun kembali hanya dapat mengganguk kecil,..
” Ok , peraturan kedua dilarang masuk kamar orang lain sebelum mengetuk pintu,.. “
Jaka hanya mengganguk, saat tiba-tiba Maria membuka sebuah pintu tiba-tiba…
Jaka hanya mengganguk, saat tiba-tiba Maria membuka sebuah pintu tiba-tiba…
” Upss, maksudnya untuk mencegah hal-hal semacam ini, makanya
peraturan kedua itu dibuat,.. ” Maria tersenyum, sementara darah segar
kembali meluncur turun dari hidung Jaka, lebih deras dari sebelumnya,
Ya jelas saja , yang berada dibalik pintu itu adalah seorang gadis
cantik dan manis yang sedang berganti pakaian, benar-benar kali ini
lebih parah, baju yang dikenakan gadis itu pun baru sebatas setengah
dadanya, sehingga hanya menutupi puting payudaranya, sementara payudara
bagian atasnya terbuka, kali ini rasanya jantung Jaka pun sudah nyaris
putus melihatnya,.. sementara hidungnya pun bertambah mimisan..
” Mariaa… ” bentak gadis cantik itu..
” Upss.. ” Maria tertawa, sambil menutup pintu itu, saat gadis cantik itu melempar sesuatu kearah pintu..
” Upss.. ” Maria tertawa, sambil menutup pintu itu, saat gadis cantik itu melempar sesuatu kearah pintu..
” PLUUK !! ” sebuah BH mendarat diwajah Jaka,…
Maria pun bergegas mengangkat BH gadis tadi dari wajah Jaka,..sementara Jaka pun meraih saku jaketnya , mengambil selembar tissue untuk melap mimisan di hidungnya..
Maria pun bergegas mengangkat BH gadis tadi dari wajah Jaka,..sementara Jaka pun meraih saku jaketnya , mengambil selembar tissue untuk melap mimisan di hidungnya..
” Hehehe, sory ya, yang tadi itu, Karen… Calon mahasiswa juga seperti kamu, umurnya baru 19 tahun,..” Kata Maria,..
” Ouwwh..Karen tipe wanita intelek, wajahnya terlihat pintar sekali, namun tak mengurangi kecantikannya ” pikir Jaka
” Oh ya, peraturan ketiga, kita ke sini,.. ” sambil berbelok di sudut
ruangan menuju sebuah kamar mandi, di sudutnya sebuah kaca besar,
dengan sebuah wastafel tempat sikat gigi, ataupun sekedar cuci muka,..
” Lihat nich, lihat disini.. ” Tunjuk Maria,..
” Hmmm, dibalik pintu ini, ada label yang bisa dibulak-balik untuk menunjukan apakah sedang ada orang atau gak,.. jangan lupa untuk menggantinya kalau sedang memakainya ya,..” Terang Maria, ” Hmmm , biar lebih mudah masuk yuk.. “
” Hmmm, dibalik pintu ini, ada label yang bisa dibulak-balik untuk menunjukan apakah sedang ada orang atau gak,.. jangan lupa untuk menggantinya kalau sedang memakainya ya,..” Terang Maria, ” Hmmm , biar lebih mudah masuk yuk.. “
” Ahhhhhh !!! ” suara teriakan, sementara kali ini bocor sudah tissue
yang tadi digunakan Jaka untuk menyumpal hidungnya yang mimisan,…
Seorang gadis cantik, yang benar-benar Topless.. berusaha menutupi
payudaranya yang tak berbusana, jemari-jemari mungilnya berusaha
menutupi payudaranya yang besar, namun tetap saja tak bisa, menutupi
seluruh permukaannya, bahakan puting sebelah kirinya dapat terlihat
jelas oleh Jaka meskipun sudah berusaha ditutupi oleh jemari mungilnya..
” Judy,.. kan udah dibilang jangan lupa ganti label kalau ada orang… ” Seru Maria,..
” Upss… ” Karen malah tersenyum menatap Jaka, sementara Mimisan di hidung Charlie bertambah parah, jantungnya pun berdegup dengan kencang, pikirannya melayang membayangkan para gadis-gadis cantik ini, sementara nafasnya pun semakin sesak hingga akhirnya Jaka terjatuh lemas dengan hidung yang mimisan..
” Upss… ” Karen malah tersenyum menatap Jaka, sementara Mimisan di hidung Charlie bertambah parah, jantungnya pun berdegup dengan kencang, pikirannya melayang membayangkan para gadis-gadis cantik ini, sementara nafasnya pun semakin sesak hingga akhirnya Jaka terjatuh lemas dengan hidung yang mimisan..
Semakin lama semakin gelap…
ACT III : Welcome to Paradise
” Hallooo.. ” Suara – suara para bidadari seolah memanggil Jaka, sambil menepak-nepak wajahnya mencoba membangunkan Jaka
Matanya perlahan membuka , remang-remang sebelum wajah cantik para gadis yang memanggil dapat dilihat Jaka dengan jelas,..
Matanya perlahan membuka , remang-remang sebelum wajah cantik para gadis yang memanggil dapat dilihat Jaka dengan jelas,..
Untunglah mereka kini sudah berbusana, kalau gak, mungkin Jaka bisa
pingsan lagi untuk kedua kalinya,..Namun tetap saja, busana yang mereka
kenakan itu begitu minim sehingga lekuk tubuh ke-4 gadis itu dapat
dinikmati oleh siapapun yang melihatnya..
” Sory ya..yang tadi itu test masuk.. ” Kata Maria,..
” Eh,.. ehmm test masuk?? ” Tanya Jaka kebinggungan..
” Ya, kami disini semua wanita, sedangkan hidup dikota besar seperti ini…. ” Wajah Karen tampak serius,..
” Eh,.. ehmm test masuk?? ” Tanya Jaka kebinggungan..
” Ya, kami disini semua wanita, sedangkan hidup dikota besar seperti ini…. ” Wajah Karen tampak serius,..
” Wanita semua ?? ” Jaka tambah binggung
” Ya singkatnya , kami merasa agak ketakutan saat ini, beberapa hari
terakhir katanya ada orang aneh yang berkeliaran, sedangkan kami berlima
disini semuanya wanita… ” kata Sherry yang terlihat paling dewasa
diantara para gadis itu..
” 5 orang ?? dan wanita semua ?? ” Jaka semakin binggung,
” Ya 5 orang, ada satu lagi yaitu Sara, umurnya 20 tahun, dia mahasiswi ” terang Judy..
” hmm kayaknya dia sedang kerja paruh waktu .. ” lanjut Judy
” Ya 5 orang, ada satu lagi yaitu Sara, umurnya 20 tahun, dia mahasiswi ” terang Judy..
” hmm kayaknya dia sedang kerja paruh waktu .. ” lanjut Judy
” Oh ya sebaiknya kita perkenalkan diri lagi saja..” kata Maria..
” Okk… ” Seru para gadis lainnya..
” Okk… ” Seru para gadis lainnya..
” Pertama… aku Maria, 22 tahun..interior desainer.. ” Maria berkata
sambil meloncat, payudaranya pun ikut terpental, membuat jantung Jaka
kembali berdegup kencang..
” aku..aku Sherry..23 tahun, pramugari.. ” Mata Sherry menjentik seolah menggoda Jaka.
” Hmm, namaku Karen , 19 tahun, calon mahasiswi.. ” Tangannya
menyilang, menekan payudaranya yang besar itu, sehingga membuatnya
terlihat semakin besar…
” Ya ampun ” pikir Jaka, si ‘otongnya’ kembali berteriak dibalik celananya,..” test masuk, test masuk.. ” Pikir Jaka lagi..
” Oh iya,..awww” kata gadis bernama Judy, sambil meletakan
minumannya. ” Nama ku Judy, 20 tahun, aku actress dan calon mahasiswi
juga.. ” Judy sibuk mencari tissue sebelum disodorkan oleh Sherry
Ya Tuhan, Jaka hanya bisa menelan ludah saat Judy melap payudaranya
yang basah terkena tumpahan minuman, tangannya menyusup diantara
pakaiannya yang serba minim itu, melap payudaranya yang basah,.. Branya
yang berwarna biru muda mulai tampak dari balik pakaiannya..lagi-lagi
Jaka hanya bisa menelan ludah..
” Ok..ok.. sekarang Jack eh Jaka.. ” seru Maria..
” Berapa yang kamu punya untuk membayar kontrakan disini ?? ” lanjut Maria..
” Berapa yang kamu punya untuk membayar kontrakan disini ?? ” lanjut Maria..
Gadis-gadis yang lain hanya mengangguk..
” Ngu..ngutang boleh gak ?? ” Malu sekali Jaka mengatakannya..
” Ngu..ngutang boleh gak ?? ” Malu sekali Jaka mengatakannya..
” Haaaahhhhhh !!!!! ” Serempak para gadis berteriak dengan suara nyaring…
Jaka pun hanya dapat menutup telinganya dengan kedua jarinya..terbayang olehnya dia akan diusir lagi…
Jaka pun hanya dapat menutup telinganya dengan kedua jarinya..terbayang olehnya dia akan diusir lagi…
Para gadis itu berkumpul dan berdiskusi dengan setengah berbisik,
mereka pun membelakangi Jaka seolah takut Jaka mendengar pembicaraan
mereka..namun malah jadi pertunjukan bokong-bokong indah yang
membelakangi Jaka, gadis-gadis itu benar-benar sexy, pantat mereka
begitu indah sehingga membuat Jaka makin sulit bernafas..
” Bagaimana ini, sepertinya dia orang baik.. ” bisik Maria yang diamini ketiga gadis lainnya..
” Ya sepertinya dia bukan serigala berbulu domba,.. ” Karena menambahkan..
” Lalu bagaimana ?? ” Tanya Sherry..
” Ya sudah kita wawancara saja dulu.. ” Judy memberi alternative..
” Ya sepertinya dia bukan serigala berbulu domba,.. ” Karena menambahkan..
” Lalu bagaimana ?? ” Tanya Sherry..
” Ya sudah kita wawancara saja dulu.. ” Judy memberi alternative..
Ke empat gadis tadi berbalik dan kembali duduk ditempatnya semula..
” Ok , Jaka kenapa kamu bisa gak punya uang ?? ” Tanya Maria
” Kayaknya saya kecopetan, benar saya benar-benar kecopetan.. ” Jaka berusaha meyakinkan..
” Ok , Jaka kenapa kamu bisa gak punya uang ?? ” Tanya Maria
” Kayaknya saya kecopetan, benar saya benar-benar kecopetan.. ” Jaka berusaha meyakinkan..
” Ohhh.. ” yang lain hanya berkomentar demikian..
” Kami disini semua wanita, apa kamu yakin ga kan macam-macam pada kami ?? ” Tanya Maria lagi..
” Ya itu benar ” kata Sherry, sambil melangkah mendekati Jaka…
Duduk dipangkuan Jaka yang membuat Jaka gelagapan sebelum akhirnya Sherry menarik tangan Jaka kearah payudaranya
Duduk dipangkuan Jaka yang membuat Jaka gelagapan sebelum akhirnya Sherry menarik tangan Jaka kearah payudaranya
‘Ya Tuhan’ pikir Jaka, saat telapak tangannya untuk pertama kali
sejak dia dilahirkan, menyentuh payudara wanita, rasanya kenyal di
tangan Jaka sementara Sherry hanya tersenyum saja menatap wajah Jaka,..
Ingin rasanya Jaka mencengkram dan meremas payudar Sherry, namun tak
ada keberanian dan diapun masih terlalu polos untuk melakukan hal itu,
Jaka pun membulatkan tekad demi impian masa kecilnya dahulu, dia pun
bergegas berdiri..
” Saya, saya memiliki impian, meskipun bapak di kampung melarang saya
berkuliah di kota, namun saya memiliki janji dengan pacar masa kecil
saya untuk bertemu di tahun depan di universitas yang sama di kota
ini,..Jadi..Jadi saya berusaha untuk itu.. ” Jaka menjawab dengan tegas
dan penuh keyakinan, membuat para gadis itu terpesona,..
” Jadi maksudnya kamu masih perjaka ?? ” Tanya Judy.. ” Koq polos banget ?? “
” Hahhhh ” Jaka binggung menjawabnya, apalagi dia tahu ini test
masuk, namun mengakui cowok seumur dia masih perjaka itu memalukan,..
Akhirnya Jaka menjawabnya dengan anggukan kecil, sambil menekuk wajahnya dalam-dalam,..
” OK, kamu diterima,.. ” Mereka berempat berkata nyaris bersamaan..
” Yess !!! ” Jaka nyaris tak percaya mendengarnya..
” Tapi,..bayar dengan tubuh-mu… ” Seru Maria
” Hahhhhh ??? ” Jaka tak percaya mendengarnya, tanpa sadar tangannya pun menutupi tubuhnya seolah takut diperkosa,..
” No..no no.. bukan macam itu, kamu harus membersihkan rumah ini,
mencuci, belanja dan memasak..OK ?? ” terang Maria, sementara para gadis
lainnya hanya tertawa melihat tingkah Jaka..
” Hehehe.. ” Jaka tersipu malu,..
” Sekarang kita pesta !!! ” Ajak Sherry.. Sambil meniup terompet
Malam penyambutan Jaka bergabung di NewParadise pun berlangsung
meriah, mengakrabkan para penghuni lama dengan Jaka, saat ini Jaka
benar-benar bahagia bisa sampai di kota besar ini..Ada Maria yang
pemabuk berat, ada Judy yang baru minum sedikit saja sudah teler, ada
lagi Sherry yang marah-marah saat mabuk, ataupun Karen yang menjadi liar
saat mabuk, nyaris saja Karen membuka semua pakaiannya, sedangkan hari
itu Jaka pun mulai menjadi pembantu dirumah itu..
ACT IV : STALKER
” Sayur, sabun , makanan kecil… ” Jaka tampak sibuk membawa barang
belanjaan sementara tangannya penuh oleh barang belanjaan, dia pun harus
memeriksa barang pesanan, khawatir kalau-kalau ada yang terlupa,..
Hingga..” Bruukkk !!! ” tak sengaja dia menabrak seseorang,..
Jaka pun terjatuh, demikian juga dengan orang itu,..Jaka yang masih menutup matanya meringis kesakitan bergegas minta maaf, dia bergegas membuka matanya, namun yang terpampang dihadapannya justru paha mulus, dengan celana dalam hitam…
Jaka pun terjatuh, demikian juga dengan orang itu,..Jaka yang masih menutup matanya meringis kesakitan bergegas minta maaf, dia bergegas membuka matanya, namun yang terpampang dihadapannya justru paha mulus, dengan celana dalam hitam…
Jantung Jaka langsung berdegup dengan kencang, matanya tak mampu
berpaling dari celana dalam itu,..Dan ” Brukk !!! ” sebuah tendangan
mendarat dikepalanya, Jaka pun kembali terjatuh…
Jaka sempat melihat wajah cantik wanita itu, cantik sekali, namun
sebelum Jaka sempat untuk kembali meminta nomor handphone, eh salah
minta maaf..Wanita itu bergegas pergi,..tapi wanita cantik masih sempat
saja mengumpat Jaka dengan kasar, padahal Jaka benar-benar gak sengaja..
Setelah pusing dikepalanya hilang, Jaka pun langsung mengumpulkan
barang belanjannya yang terhambur, setelah memastikan barang belanjaanya
lengkap, Jaka pun bergegas pulang, karena masih ada mencuci, menyapu
dan mengepel yang belum dikerjakannya..
BH…BH…CELANA DALAM, Jaka harus menjemur sambil mengelap mimisannya,
entah sudah berapa liter darah yang keluar hanya dalam 2 hari tinggal di
rumah ini, Jaka sungguh tak mengerti kenapa mereka ga mencuci perabotan
pribadinya sendiri, sementara Jaka tak menyadari sesosok misterius
mengawasinya..
Malam pun tiba, Jaka pun ingin rasanya bergegas membuka buku untuk belajar buat testnya 2 hari lagi, namun…
” Hahahahaha… ” suara tawa seolah tak pernah berhenti, pagi harus
belanja, siang membereskan rumah, bahakan saat malam hari pun para gadis
itu hanya bisa bercanda dan tertawa hingga menimbulkan kegaduhan,
” Rasanya tak tahan lagi 2 hari tinggal disini, belum juga belajar
namun hanya dikerjai saja, bagaimana mungkin orang sebodoh dirinya bisa
lulus masuk ke universitas kedokteran sesuai janji.. ” Mungkin ini yang
terpikir oleh jaga, apalagi test dasar akan diadakan 2 hari lagi,
bagaiman mungkin Jaka bisa mendapatkan nilai bagus bila seperti ini,..
Saat mereka terlelap pun sudah terlanjur malam untuk bisa belajar,
mata Jaka terlanjur mengantuk untuk membaca buku pelajaran pun rasanya
sudah mustahil hingga Jaka pun kembali tertidur seperti hari-hari
kemarin, ingin rasanya angkat kaki dari rumah ini, namun tanpa uang
sepeserpun rasanya tidak mungkin bagi Jaka untuk mencari tempat tinggal
gratis seperti dirumah ini,..
Jaka terbangun dari tidurnya saat sebuah suara halus masuk ketelinganya..
” Ouhh sayang..peluk aku.. ” Ya ampun Maria, dengan payudaranya yang tak tertutupi oleh bra lagi, hanya celana dalam yang menutupi bagian sensitivenya saat Jaka mendapati Maria tertidur disebelahnya..
” Ouhh sayang..peluk aku.. ” Ya ampun Maria, dengan payudaranya yang tak tertutupi oleh bra lagi, hanya celana dalam yang menutupi bagian sensitivenya saat Jaka mendapati Maria tertidur disebelahnya..
Dari mulutnya tercium bau alcohol..
” Ya ampun, gimana mau belajar.. ” Pikir Jaka,..
” Ya ampun, gimana mau belajar.. ” Pikir Jaka,..
Tiba-tiba tangan Maria, menempel di selangkangannya memijat penisnya
yang makin mengeras, Jaka pun menelan ludah, sementara punggungnya
merasakan bagamana payudara Maria menempel dikulitnya, lembut sekali,
sementara putingnya yang merah kecoklatan pun dapat terasa menusuk kulit
Jaka..
Jaka panik, entah harus melakukan apa..
” Test masuk, test masuk.. ” Jaka mulai berpikir, kalau-kalau ini juga termasuk ujian untuk tinggal di NewParadise ini..
” Test masuk, test masuk.. ” Jaka mulai berpikir, kalau-kalau ini juga termasuk ujian untuk tinggal di NewParadise ini..
Jaka pun bergegas berdiri dan mengambil baju dan jaketnya,..
Menenteng buku pelajarannya dan bergegas keluar rumah, menuju taman di
daerah itu yang cukup terang agar dia dapat belajar dengan tekun..
Dia berjalan dengan santai, menikmati dinginnya malam, sementara dia
tak menyadari sesosok pria misterius menyusup masuk ke rumah kontrakan
itu..
####
Tangan orang misterius itu menjamahi payudara Karen, memainkan
putingnya dengan lembut namun sesekali menariknya dengan kasar membuat
Karen hanya dapat menahan air matanya yang mulai menetes keluar,
sedangkan dengan ancaman pria misterius tadi membuat Karen ketakutan
untuk berteriak minta tolong…
Orang itu melepas piyama yang dikenakan Karen dan menarik celana
tidurnya, hanya tinggal celana dalamnya yang berwarna merah muda yang
menempel ditubuhnya, Karen ketakutan setengah mati, sementara orang
misterius itu makin nekad menyalurkan hasratnya, lidahnya mulai bermain
dipayudara Karen, menjilatnya , menghisapnya sesekali ditengah
hisapannya dia memainkan puting payudara Karen dengan lidahnya, membuat
Karen meringis nikmat,..terasa kumis orang itu yang cukup tebal yang
bergesekan pada payudara Karen yang mulus itu sehingga memberikan rasa
geli yang unik…
Sementara lidahnya bekerja, tangan orang itu pun tak berhenti
menjelajahi pada mulus Karen, tangannya menyelusuri paha Karen sebelum
berhenti dipangkalnya..dari balik celana dalamnya orang itu mengerakan
tangannya mengikuti garis bibir kemaluan Karen, membuat gadis itu
mendesah tak karuan menikmati sentuhan tangan dari pria itu,..
” Uggghh ” desah Karen tak tertahan..
Tangan pria misterius itu yang satunya berpindah menggantikan peran
mulutnya pada payudara Karen, Pria itu mencoba mencium Karen, pertama
Karen berusaha menolaknya, dipalingkannya wajahnya ke kanan dan kekiri,
menghindari sosoran bibir tebal orang itu, namun orang itu tak kehabisan
akal dan mengerakan tangannya yang berada dimulut vagina Karen berusaha
memberikan rangsangan pada Karen,..
^^^
Ya ampun pintu rumah belum dikunci.. ” setelah berjalan sekitar
setengah jam Jaka baru teringat kalau dia lupa mengunci rumah, ya jelas
saja dia tak mengunci rumah, karena memang dia belum diberikan duplikat
kunci oleh penghuni yang lain,..
Jaka pun bergegas berbalik arah kembali ke NewParadise , dengan penuh
kekawatiran kalau-kalau ada orang yang masuk dalam rumah..sepanjang
perjalanan dia terus berdoa agar tidak ada pencuri yang masuk
^^^
Jemari orang itu dengan lihai memberikan rangsangan-rangsangan yang
membuat Karen terbuai tak berdaya menikmati gerakan tangan orang itu
pada vaginanya, dirasakannya vaginanya mulai basah, sementara dirinya
pun mulai tak kuasa untuk tak mendesah,..
Akhirnya pagutan bibir orang itu pun disambut oleh Karen, dengan
lelluasa orang itu pun menjulurkan lidahnya, memainkan lidah Karen, tak
percaya rasanya akibat permainan tangan orang itu yang memberikan
rangsangan pada payudara dan vagina Karen yang bermain tanpa henti
membuat Karen membiarkan saja orang itu menguasai dirinya,..
Tangan yang berada dimulut vaginanya pun mulai berani bermain lebih
jauh, menarik celana dalamnya kesamping yang memberikan akses bagi
tangan orang itu untuk mengekplore vaginanya lebih jauh, celah kemaluan
Karen diselusuri oleh jemari orang itu, berhenti di clitorisnya, menekan
klitoris itu samabil memberikan rangsanagan lainnya, membuat Karen tak
berdaya menikmati permainan orang itu,..
Rasanya Karen pun akan menyesal bila berteriak, baru kali ini dia
merasakan kenikmatan dari permainan jari seorang Pria, Jemari orang itu
begitu mahir membawa Karen ke zona kenikmatan yang terlarang, vaginanya
pun mulai bertambah basah, dan kini Karen pun tak segan untuk membalas
ciuman orang itu..
Jari orang itu mulai menyelusup dalam vaginanya membelah vagina Karen
dan menyeruak masuk,..Telunjuk orang itu mulai basah oleh cairan vagina
Karen, perlahan orang itu mulai mngerekan jemarinya menggelitik dalam
vagina Karen membuat Karen mendesah tak karuan keeenakan..
^^^
Terdengar sedikit kegaduhan yang memancinng perhatian Jaka dari arah
kamar Karen, namun dia teringat peraturan untuk tak mencampuri urusan
orang lain, hingga Jaka pun urung naik ke atas untuk melihat keadaan
Karen, terlintas dalam benaknya kalau Karen hanya berbicara sambil tidur
karena mabuk,..
Jaka pun kembali sibuk untuk mencari kunci rumah di setiap laci di
rumah itu, agar dia bisa belajar di luar rumah dengan tenang..
^^^
Puas menggelitiki vagina Karen yang demikian sempit, lelaki itu pun
mulai mengoyangkan jemarinya naik turun sambil sesekali menekan-nekan
vagina Karen berusaha mencari G-spotnya, dia begitu menikmati bagaimana
reaksi Karen saat orang itu menggerakan jemarinya naik turun, deru nafas
Karen pun semakin memburu,..
Jemari orang itu pun makin liar mengerjai Karen,. Tak tertahan lagi
bagi Karen apalagi orang itu telah berhasil menemukan G-spotnya dan
terus merangsang bagian kelemahanya itu, membuat dia hanya dapat pasrah
menikmati organsme yang menyerangnya,.
Tubuhnya mengejang tiba-tiba, seluruh ototnya mengeras sementara
orang itu yang menyadari bahwa Karen akan segera berorgansme, justru
makin liar memainkan jemarinya pada vagina Karen.. hingga Gadis itu pun
menjerit tertahan tak lagi mampu menahan Organsmenya..
” Ughhh… ” Karen mendesah..
Sementara cairan vaginanya merembes turun dari vaginanya, membasahi
seleuruh jemari orang itu, hingga jemari orang itu pun begitu basaholeh
lender vaginanya, orang itu pun menjulurkan jemarinya ke mulut Karen,
Karen pun seolah mengerti dan membersihkan jemari itu dengan mulutnya,..
Sementara tangan orang itu yang satunya lagi memelorotkan celana
dalam Karen sebelum diapun memelorotkan celananya sendiri sebatas
lutut,.
Penis orang itu lumayan besar, terasa oleh Karen saat penisnya
menyentuh bibir vaginanya, dan bermain di mulut vaginanya itu,..Karen
mendesir menikmati rangsangan itu,..sementara orang itu pun memindahkan
kedua kaki Karen ke panggungnya, sehingga memudahkannya untuk mengerjai
Karen..
Karen pun hanya bisa pasrah saja saat penis orang itu mulai menyeruak
masuk, dalam hatinya pun mulai merasa tanggung dengan kenikmatan yang
diberikan oleh orang itu,
Penis orang itupun mulai menyeruak masuk dalam vagina Karen, tertahan sesaat karena sempitnya vagina gadis itu, sementara Karen pun menikmati batang kemaluan Pria itu yang mulai bersatu dalam tubuhnya,.. sodokan demi sodokan menyeruak masuk lebih dalam Karen pun hanya dapat menutup wajahnya dengan Bantal kepala untuk mencegah desahannya terdengar oleh orang lain..
Penis orang itupun mulai menyeruak masuk dalam vagina Karen, tertahan sesaat karena sempitnya vagina gadis itu, sementara Karen pun menikmati batang kemaluan Pria itu yang mulai bersatu dalam tubuhnya,.. sodokan demi sodokan menyeruak masuk lebih dalam Karen pun hanya dapat menutup wajahnya dengan Bantal kepala untuk mencegah desahannya terdengar oleh orang lain..
Sebuah sodokan Kuat dari orang itu berhasil membuat penis orang itu
tertampung sepenuhnya pada vagina Karen, orang itu tampak begitu
menikmati bagaimana vagina Karen menjepit batang kemaluannya, sementara
vagina Karen pun mulai berdenyut menikmati batang penis yang masuk
begitu dalam pada vaginanya,..
Orang itu berhenti sesaat menikmati bagaimana vagina Karen memijat
batang penisnya,.. kepala penisnya pun dapat merasakan bagaimana
Vaginanya mengeluarkan sedikit cairan pelumas yang berusaha merembes
keluar untuk membasahi seluruh permukaan penis pria itu..
Setelah puas dengan kehangatan yang diberikan oleh vagina Karen,
orang itu pun mulai menggenjot Karen, dengan kecepatan yang bervariasi,
sementara Karen pun hanya dapat menekan bantal yang menutupi wajahnya
lebih dalam untuk mencegahnya berteriak dengan keras, suara desahan yang
tertahan menyelimuti ruangan itu..
Terkadang bermain dengan pacuan cepat yang membuat Karen mendesah
dengan Liar, kadang memacu Karen dengan kecepatan lambat yang membuat
Karen begitu menikmati permainan orang itu, orang itu semakin merasa
diatas angin sementara Karen pun seolah tak perduli dengan siapa lagi
dia bercinta saat orang itu mulai menguleknya dengan gerakan berputar
yang membawa Karen terbang ke atas langit pun Karen tak perduli lagi
untuk segera memagut bibir orang itu untuk meredah desahannya..
Entah berapa menit berlalu saat orang itu berpindah ke sisi Karen dan
mengerjai Karen dari samping,..Diangkatnya kaki Karen sehingga
memberikannya keleluasaan untuk memacu Karen lebih cepat dan lebih dalam
, mereka pun saling berciuman, sementara Lidah orang itu pun terkadang
menyelusuri wajah cantik Karen, turun ke lehernya membuat Karen bergidik
apalagi saat lidah itu bermain ditelinganya..
” Hmmm, a.. aku mau keluar ” desah Karen..
” Sebentar aku juga mauuuu.. ” akhirnya orang itu berbicara juga, dikira bisu tadi..
” Sebentar aku juga mauuuu.. ” akhirnya orang itu berbicara juga, dikira bisu tadi..
Beberapa menit kemudian pacuan orang itu pun bertambah cepat,
” Uggghhh ” desah Karen saat tak kuasa lagi menahan organsmenya yang kedua..
” Ouuwwh ” orang itu pun mencapai puncak beberapa detik kemudian saat merasakan jepitan otot-otot vagina Karen yang mendadak mengencang membuatnya tak mampu lagi menahan klimaksnya..
” Uggghhh ” desah Karen saat tak kuasa lagi menahan organsmenya yang kedua..
” Ouuwwh ” orang itu pun mencapai puncak beberapa detik kemudian saat merasakan jepitan otot-otot vagina Karen yang mendadak mengencang membuatnya tak mampu lagi menahan klimaksnya..
Karen pun dapat merasakan bagaimana penis dalam vagina-nya mulai
berdenyut sedikit demi sedikit mengeluarkan cairan yang menembak pada
vagiannya..
” Ke.. keluarin donkk…jangan didalem ” pinta Karen panik
Orang itu pun menuruti kemauan Karen dan mencabut penisnya, dan menembakan spermanya di dada Karen saking banyaknya sebagia terlempar ke wajah Karen..
Orang itu pun menuruti kemauan Karen dan mencabut penisnya, dan menembakan spermanya di dada Karen saking banyaknya sebagia terlempar ke wajah Karen..
” Sekarang jilatin ” perintah orang itu..
” Engak..” Karen panik
” Jilat!! ” bentak orang itu sambil mengacungkan penisnya ke wajah Karen
” Engggaaakk, engak mau.. ” Karen pun mulai berontak saat orang itu memaksa Karen untuk menjilati penisnya yang berlumuran sperma, Jaka yang dari tadi memang sudah curiga dengan kegaduhan dari kamar tidur Karen pun bergegas melupakan tujuannya mencari konci rumah untuk minggat dan berlari kearah kamar Karen, apalagi para penghuni yang lainnya tampak terlelap karena mabuk,..
” Engak..” Karen panik
” Jilat!! ” bentak orang itu sambil mengacungkan penisnya ke wajah Karen
” Engggaaakk, engak mau.. ” Karen pun mulai berontak saat orang itu memaksa Karen untuk menjilati penisnya yang berlumuran sperma, Jaka yang dari tadi memang sudah curiga dengan kegaduhan dari kamar tidur Karen pun bergegas melupakan tujuannya mencari konci rumah untuk minggat dan berlari kearah kamar Karen, apalagi para penghuni yang lainnya tampak terlelap karena mabuk,..
Dibukanya kamar Karen yang memang tak terkunci itu oleh Jaka, jaka
pun hanya dapat melongok melihat tubuh Karen yang tak berbusana serta
seorang pria kurus tak dikenal berkulit hitam dan berkumis tebal bertato
serta tak berbusana juga, menyodorkan penisnya ke wajah Karen..
Karen pun meloncat ketakutan kearah pintu sementara Jaka pun bergegas mengejar orang itu yang berusaha kabur,..
” Oiii, sapa lu…Jangan Lari.. ” Teriak Jaka sementara orang itu berlari menabrak jaka bergegas turun untuk kabur,..
Jaka yang terjatuh karena tabrakan orang itu pun bergegas berdiri dan
mengejar orang itu kebawah, saat pria itu sibuk mengenakan sepatunya
Jaka pun berhasil menangkap orang itu tepat didepan pintu rumah itu,..
Namun sial dasar orang misterius itu sedang panic membuat tenaga yang
dikeluarkan orang itu lebih kuat dari yang sebenarnya dimiliki oleh
orang itu, saat Jaka berusaha memeluk orang itu, Orang itu pun bereaksi
memukul wajah Jaka tepat di dagunya..
Jaka pun terjatuh seketika, tak sadarkan diri sementara orang itu pun
berhasil melarikan diri, sementara para gadis yang lainnya pun
terbangun karena kegaduhan itu, dan mendapati Jaka yang tertidur di
depan pintu..
ACT V : Si Jutek… Pencuri celana dalam ?? Ampun Bu Polisi !!!
” Aaahh…. ” Jaka akhirnya terbangun, sedangkan keempat gadis lainnya
berbaring di sofa ruang tengah, bahkan Karen tidur disebelah
Jaka,.Mungkin sebagai ungkapan rasa terima kasihnya atas pertolongan
Jaka yang sebenar-nya sich hanya kebetulan saja,..
Tampak-nya mereka cukup mengkhawatirkan keadaan Jaka yang pingsan
karena terpukul penjahat itu,Dingin rasa-nya saat Jaka terbangun, langit
pun masih gelap. Suasana masih hening , sunyi, belum genap pukul 4
pagi,..Perlahan Jaka naik ke kamar masing-masing, mengambilkan selimut
untuk mereka, khawatir kalau-kalau mereka masuk angin,.
Perlahan satu persatu Jaka menyelimuti mereka,..
Maria yang tidur sambil mengigau,..Sherry yang tertidur di pojok
sofa, dengan dasternya yang tak terkancing semua,..Enggan sebenarnya
Jaka melihat belahan payudara Sherry yang terpampang lebar didepan
matanya,..rasanya malu dan tidak sesuai dengan sifat aslinya yang lugu,
namun entah mengapa matanya tak bisa lepas memelototi belahan payudara
itu,..
” Aduh, malu bapak-ku melihat anaknya begini,.. ” Jaka malu sendiri,
sambil berpaling namun dia mendapati celana dalam, dan paha putih mulus
Judy,.. ” Ya ampun,.. ” pikir Jaka, imannya mulai goyah juga,..apalagi
wajah Judy yang imut itu membuatnya benar-benar luluh, rasanya sayang
untuk melewatkan Paha mulus Judy itu,.. Ya memang salah Judy juga yang
tidur dengan rok mini seperti itu,..Ternyata Jaka memang lelaki , tentu
dia gak mau melewatkan kesempatan untuk dapat melihat Paha mulus itu
lebih lama, dan memilih menyelimuti Karen terlebih dahulu,..
Jaka pun melangkah kearah Karen yang tertidur lelap di sudut ruangan,
dekat kasur Jaka,..Jaka menyelimuti Karen perlahan, takut menggangu
tidurnya, walaupun dia penghuni baru dan baru beberapa hari mengenal
mereka, namun rasa kekeluargaan di rumah ini, membuat Jaka khawatir juga
dengan keadaan Karen, dan bertanya semoga penjahat tadi tidak melakukan
apapun pada Karen, namun melihat lelapnya tidur Karen, Jaka sedikit
tenang dan percaya, tak ada yang terjadi dengan Gadis itu,..
Kembali Jaka duduk di atas kursi menatap paha mulus Judy, sambil
garuk-garuk selangkangannya, ‘si otong dah berontak aja nich’ , binggung
juga Jaka harus apa, garuk-garuk pengen ke WC rasanya, tapi,..
Lagi-lagi si lugu Jaka malu sendiri, diambilnya selimut Judy , sempat
Jaka menikmati paha mulus Judy untuk terakhir kalinya, sebelum Jaka
menyelimuti Judy dan kembali ke kasurnya, kembali bermimpi indah,..
^^^^^
” Pagi Jaka,… ” Panggil Maria, sambil menyeduhkan teh untuk Jaka,..
” Pa..pa..pagi,..bukannya ini tugas saya ?? ” Tanya Jaka, binggung,..
” Hmmm, khusus hari ini kamu libur Ok.. ” Jawab Maria,..sebenarnya
Jaka gak hanya binggung dengan kebaikan hati Maria hari ini, tapi apa
semua penghuni di rumah ini selalu pakai baju se-minim ini ?? Maria
tampak sexy sekali dengan kaus berbelahan rendahnya
” Hmm, ya, ya.. ayo makan dulu, dah dapet tempat Les ?? ” Tanya
Sherry, sambil meminum tehnya,..Sherry lebih parah, dengan kemeja
putihnya yang mencetak BHnya yang merah muda itu, tanpa celana lagi,
duduk bersila diatas kursi yang memamerkan pahanya yang putih berisi,..
” Iiii.ya iya iya,.. ” Jaka gelagapan, kini sedikit dia merasa
dihargai, bukan hanya sekedar pengurus rumah tangga, alias pembantu,
tapi juga seorang penghuni rumah ini,..
Jaka meminum teh buatan Maria,.Enak…
” Sudah, dapat tempat les-nya ?? ” Sheery mengulang pertanyan-nya tadi,..
” Maap, sudah koq, di dekat sini, jadi ga terlalu buang waktu,.. ” Jaka menjawab,..
” Hmm, kalau ada yang mau dibantu soal pelajaran bisa koq Tanya ke
aku,.. ” Karen menawarkan diri,..Karen juga yang biasanya paling sopan,
kini malah ikut-ikut mengenakan kemeja yang tiga kancing teratasnya
dibuka, membuat payudaranya yang besar itu makin menantang,..Ya Tuhan,
si otong makin berontak aja,..
Jaka makin gemetar saja, apalagi sepasang tangan merangkulnya dari
belakang,..Judy , Judy yang semalaman dipelototin sama Jaka, kini
wajahnya malah diletakan di pundak Jaka..Panas dingin Jaka
dibuatnya,..apalagi dia mengenakan pakaian khas perawat yang super
ketat,..ya ampun apa ada suster secantik dan se-sexy ini??,..Bahkan
rasanya teh di tenggorokan Jaka pun membeku, membuat Jaka tersedak
mendengar suara Judy yang menyelusup masuk ke telinga-nya,..
” Mau kue aku ?? ” Tanya Judy,..Payudara-nya menekan punggungnya dari
belakang, saat mengambil kue keringnya dari atas meja,.tubuh Jaka
lemas, sementara adek-nya makin perkasa,..
” Apa-apaan sich pakaian lu Jud ?? ” Tanya Karen..
” Hmm, ini ?? ” Judy berputar memamerkan pakaian susternya yang serba mini, berdominasi warna merah muda,..
” Ini buat pentas aku selanjutnya,..” Judy menjawab,.. ” Bagus ga
Jaka ?? ” Judy menatap Jaka, yang membuat Jaka makin salah tingkah, imut
sekali Judy dengan pakaiannya itu, ingin sekali rasanya Jaka menerkam
Judy,..Memeluknya , menciumnya, meremasnya,..
” Udah-udah, ayo makan,.. ” Maria menegahi pembicaraan itu dan mengajak mereka untuk sarapan,..
” Selamat makan, ” ucap mereka berlima berbarengan,..
‘ duk duk duk,.. ‘ terdengar suara langkah kaki dari lorong,..
” Apa pencuri itu lagi?? ” Jaka bertanya dalam kepanikan,..rasa sakit
semalam saja belum hilang, perlahan Jaka berbalik mencari sumber suara
itu,..
” HAhhhh !! ” Jaka benar-benar terkejut setengah mati,..
” Valen .. Baru pulang ?? ” Tanya Maria,..
Cewek yang dipanggil Valen itu pun sama terkejutnya dengan
Jaka,..Gadis itu gadis cantik bercelana dalam hitam yang ditabrak Jaka
kemarin siang,..
” Si,,.Siapa lu ?? ” Tanya gadis itu galak,..
” Valen ini Jaka, penjaga rumah kita dan penghuni baru NewParadise,.. ” Maria mengenalkan,..
Jaka pun berdiri dari duduknya, berusaha bersikap sopan ??
” Ga salah ?? ” Tanya Valen..” Orang kayak gini ?? “
Jaka makin salah tingkah,..ingin rasanya dia menerangkan
kesalahpahaman semalam, namun rasanya mulut ini susah sekali untuk
berkata,..
” Emangnya lu dah kenal dia ?? ” Tanya Sherry,..Judy dan Karen pun ikut mengganguk,..
” Gak, bisa dibilang gitu juga sich,.. ” Valen tampak acuh,..
” Maaf, semuanya salah paham,.. ” Jaka akhirnya mampu juga berkata,..
” Salah paham ?? ” Valen tersenyum sinis,..
Waktu seolah berhenti, Suasana menjadi sedingin musim
salju,..sedangkan gadis-gadis lainnya hanya bisa diam, bertanya dan
menerka dalam hatinya, sementara Jaka hanya dapat menunduk menghadapi
pandangan mata sinis Valen,..
‘ Tok-Tok-Tok… ‘ ketukan pintu, mencairkan suasana itu, detik pun kembali berjalan,..
Maria bergegas membuka pintu itu, tak lama diikuti seseorang Maria kembalikeruang makan,..
Seorang wanita, berumur sekitar 24 tahun,..Cantik, Sexy, dengan dada
yang super besar,..dan lebih parahnya lagi berpakaian polisi, ketat yang
membuat payudaranya seolah melompat keluar dari pakaian dinas-nya,..
” Pagi, saya Shellina, Polisi keamanan daerah ini,.. “
Jak mematung melihat polisi cantik itu,..
Jak mematung melihat polisi cantik itu,..
” Hari ini, saya datang untuk menangkap penjahat pencuri celana dalam wanita yang meresahkan kawasan ini, belakangan,.. “
” Jadi pencurinya sudah ketahuan ?? ” Tanya Sherry dan Karen, berbarengan..
Polisi bernama Shellina itu mengganguk, dan menyerahkan sebuah foto wajah seseorang,..
Mereka menatap foto itu dengan pandangan tak percaya, foto itu foto …
Jaka pun benggong, mulutnya seolah jatuh menyentuh lantai melihat
wajah di foto itu, rasanya dia kenal,..mencoba mengingat siapa lelaki di
foto itu,..akhirnya dia pun mengambil kesimpulan kalau itu foto..
Dirinya sendiri..
” Jaka ??? ” Penghuni dirumah itu serempak berkata dengan nada tak percaya…
Demikian juga Jaka yang tak percaya, apalagi dia merasa gak pernah
mencuri celana dalam, seumur hidupnya baik itu celana dalam lelaki
ataupun pria, satu-satunya celana dalam orang lain yang pernah
dipakainya itu pun Junet, itu pun atas seijin Junet, karena kondisi
mendadak dimana Jaka buang air besar di celananya waktu masih kelas 3
SD,..
Keringat langsung mengalir, apalagi tatapan para gadis itu yang
seolah menghakimi dirinya, Jaka bertanya dalam hati,..” Harus gimana
nich ?? “
” Kabur ?? ” atau ” Diam Saja ?? “
” Lu mank gila, selain suka liat celana dalem cewek, karang ternyata
lu nyuri juga ya ?? ” Valen menghakimi Jaka, tatapan matanya sadis
sekali,..
Ingin rasanya jaka membela diri, namun lagi-lagi mulutnya terasa kaku,..
” Jaka, ternyata selama ini ?? ” Maria dan Sherry ikut menghakimi,..
” Gak, bukan saya, ” Jaka membela diri, sayang dalam hati..Tubuhnya gemetar,..
” Jaka.. ” Judy dan Karen menatap Jaka, mata mereka tampak kecewa,..
” Mati lah aku,..aku harus gimana, ” Jaka tambah panik,..
Ingin rasanya Jaka menangis, tapi kata bapaknya lelaki gak boleh cengeng,..
” Saudara Jaka , anda saya tahan,.. ” kata polisi itu sambil melangkah mendekat,..
Tidak, Jaka habis akal dan berusaha lari,..diambilnya posisi kaki
seribu, pintu berada di belakang polisi itu, Jaka pun nekad
menabraknya,.
” Ahh, ” Polisi itu jatuh tertabrak Jaka, namun belum jauh Jaka melangkah,..
Dukk, sebuah tendangan menghantamnya,..Valen menendang Jaka sampai
tersungkur,. Lagi-lagi celana dalam Valen berwarna Hitam, ” P E N J A H A
T ” bentak Valen,..Polisi tadi langsung bangun dan memborgol lengan
Jaka,..
Jaka meringis kesakitan,..Dikedua tangannya terpasang besi dingin yang membelenggu kedua tangannya,.
” Saya gak salah bu polisi,..sumpah,.. ” Jaka menangis,..
” Ikut saya kekantor ” Polisi Shellina menarik Jaka keluar,..
Para penghuni hanya terdiam saja, setengah tak percaya Jaka adalah penjahat itu,..
ACT VI : Kan dah saya bilang bu, saya gak salah…
Jaka berjalan gontai, langkahnya terasa berat, wajahnya terus
tertunduk kebawah, menatap bokong polisi cantik super sexy bernama
Shellina itu,..
Matanya menatap pilu kearah para Gadis yang berdiri di depan rumah,
dengan tatapan binggung, entah harus bagaimana, Jaka merasa gak
bersalah, tapi apa yang harus dilakukan oleh dirinya untuk membuktikan
dirinya tidak bersalah,.. Jaka menunduk pasrah saat dimasuk-kan ke mobil
polisi itu oleh Shellina,..
Perlahan mobil itu berjalan, meninggalkan Newparadise, membuang semua kenangan indah Jaka beberapa hari di rumah itu,..
” Jaka ?? kayaknya gak mungkin dech Jaka begitu,.. ” Maria mulai tak percaya dengan apa yang terjadi,..
” Kayaknya begitu, pasti ada yang salah,.. ” Karen ikut membela Jaka sekarang,..
” Hmmm,..Ayo kita tolong Jaka ” ” Judy ikut membela
” Ok,..Ok.. Yang terpenting gimana caranya.. ” Sherry menengahi,..
” Ah..udahlah, kenapa musti perduli sich,.. ” Valen melangkah masuk tak perduli,..
Sementara para Gadis lainnya mulai berfikir bagaimana membebaskan
Jaka dari tuduhan, sedikit banyak mereka percaya, Jaka itu orang baik
yang gak akan melakukan kejahatan semacam itu, meski mobil polisi itu
sudah gak kelihatan lagi dari pandangan mereka berempat,..
^^^^
” Masuk !! ” Shellina menyuruh Jaka galak, sambil mendorong Jaka masuk dalam sell,..
Sell sempit berisi 3 orang termasuk dirinya,..Dipojok seorang Tua
kurus, yang tampaknya gak mungkin melakukan kejahatan,..sedangkan yang
satunya lagi preman berbadan besar menatap Jaka dengan tatapan yang
kejam,..
Jaka langsung ciut dipelototin seperti itu,..
” Nah, sekarang kenalan ya ma mereka, penjahat ” Shellina kembali
menambah rasa takut Jaka,..Shellina pun berjalan keluar dari ruang
tahanan itu,..
” Ha..Halo.. ” Jaka gugup berusaha memecah kesunyian, dan berusaha diterima dengan baik oleh mereka, terutama si preman itu,..
Pak Tua dipojokan diam saja, mendengar sapaan Jaka, sementara si
Preman malah berjalan mendekat, mendekati Jaka yang mengigil
ketakutan,..
” Halo,..Nama ente siapa ?? Nama eke Susanna.. ” Kata si ‘Preman’
Jaka pun melongo gak percaya dengan pendengarannya,..
Si ‘Preman’ malah menoel dagu Jaka, “Bencong???” pikir Jaka
” Ampun, bang nama saya Jaka ” Jaka ketakutan melihat otot-otot si preman yang begitu besar,..
” Bang ?? Ga liat apa eke montok gini,.. ” Kata si ‘Preman’ sambil
mengencangkan otot lengannya,.. ” Ses, donk ahhh,.. ” Rayu si Preman,..
” Ehh..iya Sesss…Maap… ” kata Jaka
^^^^
” OK, Jadi kamu pemerkosa itu ya ?? ” Shellina si polisi super sexy
itu sedang menginterogasi seorang penjahat, di sebuah ruang interogasi
tertutup yang pekat, hanya sebuah meja, 2 kursi, dan sebuah lampu sorot
yang ada diruangan itu,..
Lelaki yang berumur sekitar 40tahunan, itu tampak tenang saja, seolah
gak memperhatikan apa yang ditanya oleh Shellina,..Wajah lelaki itu
jelek sekali, sedikit mirip beruk malah, dari tangannya yang berotot itu
dapat dilihat bulu-bulu tangannya yang lebat,.
Kepalanya botak, dengan sebuah tato di lehernya,..giginya pun banyak yang tanggal bekas perkelahian antar geng mungkin,..
” Saya bertanya !! Apa kamu memperkosa gadis ini ?? !! ” Habis
kesabaran Shellina atas kelakuan lelaki ini yang sama sekali gak
menganggapnya, dia pun melempar berkas perkara itu ke wajah si
penjahat,..
” OK, Slamet !! Jadi mau ngaku apa gak ?? ” Shellina mendekatkan
tubuh-nya kewajah si penjahat yang bernama Slamet itu,..Payudara
Shellina seolah mau menampar wajah Slamet,..Satu dua kancing pakaian
polisi Shellina terbuka, seolah tak kuat menahan kapasitas payudara-nya
yang besar,..
Dari sela kancing yang terbuka itu, Slamet dapat melihat, bra putih
berukuran besar yang digunakan oleh Shellina, belum lagi payudaranya
yang seolah tumpah dari bra-nya yang seperti kekecilan disbanding ukuran
dada-nya yang ekstreme itu,..
Slamet sampai harus menahan nafas, rasanya ingin dia mengerjai polisi
Sexy nan cantik ini, apalagi wajahnya yang manis menantang, membuat
birahi Slamet makin tak tertahan-kan, Payudara Shellina yang sedikit
terlihat saja sudah sedemikian merangsangnya, apalagi bentuk Putingnya
yang membuat Slamet makin gila, ingin menikmatinya,..
Dasar orang jahat yang licik, sebentar saja sebuah rencana jahat muncul dalam pikirannya,..
” OK,OK memang saya memperkosa gadis itu,..Slamet seolah tak perduli
dan bamgkit berdiri, sementara kedua tangannya masih terborgol,..
” Bagus, ayo tanda tangani ini,.. ” Perintah July, sambil mengambil
berkas-berkas yang tadi jatuh ke lantai,..Bokongnya naik keatas, membuat
Slamet makin kesetanan aja, berusaha menikmati Polisi cantik ini,..
” Hmm, tapi kayak-nya ada yang musti dirubah dari Berita acara tersebut ” Kata Slamet, sambil melangkah kearah Shellina
” Dirubah ?? ” Tanya Shellina, binggung
” Ya, dirubah,.. ” Slamet mencium Shellina dari belakang,.. ” Harusnya seperti ini “
Sontak Shellina berontak, tak ingin dia dicium bedebah macam ini, apalagi dia kan polisi,..Shellina berbalik menghindari ciuman dari Slamet,..
Sontak Shellina berontak, tak ingin dia dicium bedebah macam ini, apalagi dia kan polisi,..Shellina berbalik menghindari ciuman dari Slamet,..
Namun penjahat ini malah makin berani,. Tangannya menyelusup, dari
belakang menyelusup diantara lingkar dadanya, tangannya masih terikat
sehingga hanya dari sebelah kiri saja Slamet berusaha mencuri payudara
Shellina,saat tangan kirinya menempel, saat itu juga dia meremaskan
tangannya pada payudara Shellina,..Shellina melenguh saat tangan Slamet
meremas payudaranya,..
Meski tidak keras, namun tidak bisa dikatakan lembut, apalagi dengan
payudara sebesar itu, Shellina tak lagi mengenalan payudara dengan
sanggahan busa untuk membuat payudaranya menarik,..Dari balutan kemeja
polisinya yang berwarna biru muda itu Shellina dapat merasakan dengan
jelas bagaimana payudaranya menerima rangsangan yang begitu nikmat dari
Slamet..
” Hmmm ” Shellina melenguh saat jemari Slamet menempel pada putting payudaranya,..
” Enak ?? ” Tanya Slamet
Shellina mengganguk tak ingin berbohong,..
” Lepas ya borgolnya ?? ” Pinta Slamet..
” Lepas ya borgolnya ?? ” Pinta Slamet..
” Engak !! ” Shellina seolah sadar telah melakukan kesalahan,..
Namun Slamet tak kurang akal, kembali dia berusaha meremas payudara Shellina,..Kali ini sebelah kanan-nya,..
Menerobos masuk dalam bra putihnya, mencoba memainkan payudara
sebelah kanan Shellina, lihai sekali, meski tangan Slamet masih
terborgol rapat, namun Tangannya masih begitu sigap menstimulasi
payudara Shellina,..
Dinginnya borgol yang menyentuh kulit halus Shellina memberikan
sensasi tersendiri,.. apalagi penis besar yang sudah menegang itu berada
tepat di hadapannya
” Agak susah ini.,. ” Protes Slamet ” Kita mau reka adegan kan ?? “
Shellina bimbang, apakah dia harus menuruti keinginan orang ini ??
Namun birahi berkata lain,..
” Ok, kita reka adegan… ” Shellina mengiyakan
Dirogohnya saku kemejanya, mengambil kunci borgol Slamet, dan membuka borgol ditangan Slamet,..
” Jangan coba-coba melarikan diri.. ” Ancam Shellina,..
” Ya , iya buat apa juga kabur ?? ” Sela Slamet,..
Tangan Slamet langsung merogoh payudara Shellina,
” Eh, mau apa ini ?? ” Shellina sedikit ragu, sementara tangan Slamet
malah sudah berani menyelusup masuk dalam kemeja polisinya,..
Tangannya pun membuka kancing demi kancing kemeja polisi itu, melepas
kait bra-nya, Shellina sontak terkaget saat itu, dia berusaha
melepaskan diri dari pelukan Slamet, sementara Slamet berusaha memagut
bibir Shellina,..
Lagi-lagi Shellina menghindari pagutan bibir Slamet yang monyong itu,.. dia berbalik,..
” Jadi mau reka ulang ga sich ?? ” Tanya Slamet dengan nada serius,..
” Iya, dech iya, Shellina pasrah, namun masih membelakangi
Slamet,.Terdengar bunyi resleting celana yang terbuka, namun Shellina
berusaha menenangkan diri, meski terdengar bunyi langkah yang mendekati
dirinya,.
Kepala penis penjahat itu tiba-tiba sudah menempel tepat di bokong
Shellina yang masih dibalut oleh rok mini polisinya,..sementara Slamet
masih berusaha mencium bibir ranum Shellina,.
” Cium ?? ” Shellina ragu,.. ” Iya cium.. ” Jawab Slamet
Mulut mereka pun saling berpagutan, lidah mereka saling berkait,
sementara tangan Slamet makin menjadi memainkan payudara Shellina
meremas putingnya, menarik-narik sambil berusaha mencium Shellina,
Lidahnya menyentuh kening Shellina, sebelum merambat turun sampai ke
bibirnya, sambil berusaha memagutnya,..
” Ya begini, terus penis saya di kocok sama perempuan itu,.. ” Slamet
seolah memberikan informasi,..bibirnya menyelusup masuk, mereka
berciuman, meski tak sedetik pun Slamet membiarkan tangannya kosong
tanpa meremas payudara Shellina, polisi itu pun hanya diam saja sambil
menikmati bagaimana Slamet menstimulsi dirinya, kemejanya masih
terpasang meski kancing-kancingnya sudah terlepas, berganti tangan
Slamet yang meremasi dan memilin payudara itu,..
” Ayo, mustinya udah dikocokin ini,.. ” Kata Slamet
Shellina pun tak membuang kesempatan, segera diraihnya penis itu
dengan tangan kanannya, jemarinya terhenti saat menyentuh kepala
penisnya yang hitam dan besar itu, tiba-tiba Slamet menyusupkan lidahnya
ke mulut Shellina,..
Keduanya berciuman mesra, sementara penis di tangan Shellina makin
membesar, kepala penisnya sedemikian besar tak proposional dengan ukuran
batangnya yang kecil namun panjang itu,..Jempol Shellina menempel di
kepala penisnya, sementara tangannya mulai mengocok batang penisnya,..
Perlahan penis itu dikocok oleh Shellina, jemari lentiknya dengan
kuku yang dicat pink begitu kontras dengan penis yang hitam
itu,..jemarinya menggelitik tiap senti penis itu,..merambatinya perlahan
sambil sesekali membuat gerakan melingkar pada penis itu, atapun jemari
yang satunya yang sudah memijit buah zakar Slamet..
” Hmmm, iya bener begitu,.. ” Slamet habis akal keenakan, di
balikan-nya tubuh Shellina dan mendorong tubuhnya hingga terbaring
diatas meja interogasi,..
Tangannya bekerja cepat memelorotkan stocking hitam yang digunakan
Shellina, sebelum kembali melorotkan celana dalam berwarna biru muda
yang dikenakan Shellina, vaginanya pun menyembul keluar, bulu-bulu
kemaluannya yang tercukur rapi membuat bulu-bulu vaginanya yang lebat
itu makin menarik untuk dilihat,..
” Mau apa ?? Koq gini.. ” Protes Shellina,..
” Reka Adegan namanya juga ” Slamet gak mau kalah,..
Jemari Slamet sudah menempel di bibir vaginanya, menstimulasi
clitorisnya membuat Shellina tidak lagi memprotes namun melenguh
keenakan,..
” Hmmm.. ” Shellina mendesah saat jemari Slamet mulai membuka bibir vagina-nya,..
Jemarinya ditusuk-tusukan masuk dalam vaginanya,..clitoris nya pun
terus dirangsang, sesekali disentil-sentil, jempol Slamet pun terus
menempel di clitoris Shellina, sementara telunjuknya sudah bersiap
masuk,..
” Owwwhh.. ” Shellina melenguh saat jemari itu mulai merambat naik
dalam vaginanya, ” Ahhh.. ” desah nya lagi,.. jemari itu tampak sulit
untuk masuk, tertahan karena sempitnya vagina Shellina,
Sebelum akhirnya Slamet mengeluarkan jemarinya lagi untuk dapat
mendesak lebih dalam, sesaat kemudian Slamet berhasil memasukan
jemarinya secara utuh, sementara Shellina hanya dapat menaruh kepalanya
diatas meja yang dingin itu, dengan jemari yang melesak dalam
vaginanya,..
Nafas Shellina menderu, bertambah dengan desaahan yang terus keluar
dari mulutnya saat jemari Slamet keluar masuk dalam vagina-nya, dapat
dirasakan olehnya bagaimana cairan vaginanya mulai keluar, memberikan
pelumas pada jemari Slamet, agar lebih mudah mengerjai dirinya,..
Jempol jari yang menempel di clitorisnya berganti dengan lidah basah,
lidah Slamet mulai menyentuh bibir vaginanya merambati seluruh
permukaan vagina-nya yang mulai basah oleh cairan cintanya sendiri, tak
hanya itu lidah Slamet pun begitu lihai menyentil-nyentil clitorisnya
membuat Shellina blingsatan,..
Shellina membalikan wajahnya, menghadap Slamet yang sedang berjongkok
di vaginanya,..Wajah Jelek Slamet malah terlihat seperti orang yang
menjeble dengan lidah yang keluar dari mulutnya itu,..namun belum sempat
Shellina tertawa melihat Slamet,..dia merasakan Clitroisnya
disedot-sedot yang membuat Shellina merem melek keenakan dikerjai
seperti itu,..
” Ughhh.. ” Shellina kembali melenguh kencang, sementara jemari dalam
vaginanya makin liar mengerjai dirinya,..birahinya mulai naik, darahnya
seolah mendidih, otot-ototnya pun mengeras, tubuhnya mengejang saat
organsme itu tiba tak tertahan-kan,..
Tubuhnya menelikung beberapa detik, tangannya mencengkram pinggiran
meja kuat-kuat, sementara dapat dirasakan oleh Shellina bagaimana cairan
vagina-nya menetes keluar dari dalam vagina-nya,..
Nafas Shellina tersengal-sengal sesaat setelah organsme itu,..
Matanya kuyu menatap Slamet,..yang mencabut jemarinya dari dalam
vagina Shellina, jemari itu basah oleh cairan cintanya yang begitu
lengkel,..
Slamet terkekeh sambil berjalan dengan penis yang mengacung tegak itu,..
Tangannya menempel di mulut Shellina,..” Dijilatin donk,.. ” Pinta Slamet,..
Shellina pun menyangupinya, diraihnya jemari itu dengan tangannya
yang mungil sebelum disodorkan ke mulutnya, lidahnya keluar lebih dahulu
menyapu jemari Slamet yang basah, sebelum akhirnya Shellina memasukan
jemari itu seluruhnya dalam mulutnya,..
Mengenyot jemari itu sampai bersih, membuat Slamet berhayal betapa
nikmatnya bila sampai penisnya yang dikenyot segitu kuat oleh Shellina,
diapun segera memintanya pada Shellina,..
” Nah abis ini oral,.. ” Kata Slamet membodohi,..
” Hah, apa ?? Pake mulut ?? ” Shellina protes
” Iya, pake mulut diisep kaya tadi.. ” Pinta Slamet
” Gak, dech gak,..skip aja.. ” Shellina menolak
” Gak bisa gitu donk !! “
” SKIP !!! ” Shellina lebih galak,..
” SKIP !!! ” Shellina lebih galak,..
Slamet keder juga, belum lagi dia belum sempat menikmati vagina Shellina, membuat dia akhirnya mengalah,..
” Yawda, langsung nich ?? ” Tanya Slamet
” Iya, langsung aja !! “
” Iya dech iya… ” Slamet berjalan kembali kebelakang,..
Sesaat sampai, ” Gak nyesel nich ? ” Slamet masih penasaran
” Gak, gak nyesel,.. “
Kesel juga Slamet maksudnya gak kesampean, dia pun mulai
menggesek-gesekan penisnya di mulut vagina Shellina,.seengaknya desahan
Seksi Shellina pun sudah membuatnya makin bergairah..
” Hmmm ” Shellina mendesis tak tertahan,..
Sementara penis penjahat itu pun mulai menyeruak masuk dalam vagina Shellina,..
” Ughh.. ” Shellina merintih, menikmati tiap centi penis itu menerobos dirinya,..
Tangan Slamet pun tak pernah alpha meremas payudara Shellina yang tak
menempel di meja, karena tertahan oleh kedua tangannya yang melipat
memberi Space pada Slamet untuk mengerayangi dadanya, memainkan
putingnya ataupun menarik sambil memilinnya, tak salah bila Shellina
makin mendesah pasrah distimulasi sedemikian rupa,..
Slamet pun terkekeh , berhasil membodohi polisi cantik yang sexy ini,..
Vagina Shellina terasa penuh sekali, vaginanya yang masih sempit itu
serasa diaduk oleh Penis Slemet yang mulai men-jus-nya sesaat setelah
menikmati remasan Vagina Shellina yang begitu nikmat,..
Terasa Penis itu masuk begitu dalam, pada vagina Shellina, belum
pernah sebelumnya iya disetubuhi dengan penis yang sebesar ini, perih
bagi Shellina namun memberikan rasa nikmat yang membuat darahnya
mendesir membuatnya ingin menangguk kenikmatan lebih banyak lagi..
Rasa perih yang dihasilkan oleh penis yang keluar masuk dalam
vaginanya dengan kecepatan tinggi itu mulai memudar, berganti dengan
rasa nikmat yang menggelegar
Tubuh Shellina pun mulai menggeliat, menikmati bagaimana penis itu
menyetubuhinya membuat tubuhnya sedikit terangkat mengikuti irama
hentakan Slamet yang begitu bergairah menyetubuhinya,..
Penis Slamet keluar masuk begitu cepat,..
Shellina hanya bisa mendesah tak karuan, sekedar menyalurkan rasa
nikmat yang begitu menyengat dirinya,.sesekali jemari Slamet melempel di
bokong Shellina, menamparnya ataupun jempolnya yang meyelusup masuk
dalam lubang anus Shellina, membuat si empunya makin mendesah tak
berdaya,..
Shellina sendiri hanya bisa menaruh kepalanya di atas meja interogasi
itu, tangannya menempel di kedua sudut meja, meja itu berderik seolah
menjadi saksi bisu bagaimana seorang penjahat membohongi seorang polisi,
namun Shellina pun tampak begitu menikmatinya, mata nya terpejam
menikmati bagaimana penis Slamet bersatu dengan tubuhnya,,..
Slamet menarik satu kaki Shellina, yang sebelah kiri, hingga
melentang dan menempel di tubuh Slamet yang sudah penuh peluh, kembali
Slamet menarik penisnya mengelus clitoris Shellina dengan kepala
penisnya,..
” Hmmm.. ” Shellina begitu menikmati bagaimana penis itu menstimulasi
dirinya,..sebelum akhirnya penis itu kembali merobek dirinya,..Perlahan
penis itu kembali menyetubuhinya, dinding vaginanya merengang
memenikmati penis Slamet memasuki dirinya, berderik-derik seolah memijat
penis yang masuk itu,..
Setelah penis itu masuk sampai mentok, kembali ditarik keluar, kepala
penis yang besar itu kembali tertarik keluar merenggangkan otot-otot
vagina yang masih begitu sempit itu,..vagina itu sudah cukup basah
sehingga memudahkan penis itu untuk mengerjainya,..
Jempol Shellina dijilat oleh Slamet, sesekali mengenyotnya membuat
Shellina blingsatan menerima stimulasi macam ini,..Tangan Slamet pun
mencengkram paha Shellina tak membiarkan gadis itu banyak bergerak dan
makin tak berdaya selain menerima penis itu mengerjai dirinya,..
Tangan Shellina pun mulai merayap ke tangan yang menempel di pahanya,
seolah berpegangan menikmati kenikmatan ini bersama-sama, Slamet hanya
terkekeh, nafas keduanya memburu cepat, sementara Shellina hanya bisa
mendesah saja diperlakukan semacam ini,..sesekali melolong, mungkin
berorgansme..
” Ok sekarang pindah ke bangku itu,..” Slamet mengintruksikan sambil
menarik tangan Shellina dan memeluknya, penisnya masih tertambat dalam
vagina-nya,..menggendong Shellina yang tampak layu, kelelahan,..rambut
panjang Shellina sudah berantakan sementara Slamet masih tampak begitu
menikmati bagaimana vagina Shellina memijit penisnya,..
Tangan Shellina memeluk leher Slamet, sebelum gadis itu kembali
mengoyangkan pinggulnya sessat setelah Slamet duduk di kursi besi
itu,..Tubuhnya yang putih mulus itu berpeluh ribuan butir, namun demi
mencari kebenaran kembali dia memaksakan tubuhnya menikmati Slamet yang
bersedia memberitahukan keseluruhan dari kasus pemerkosaan itu,..
Sesekali Shellina menggaruk tubuh Slamet, Slamet sendiri pun
membalasnya dengan menjengut rambut Shellina, yang ini Shellina tak
mungkin membalasnya karena Slamet kebetulan botak,..
” Ughh.. ” Shellina melenguh kenikmatan,. ” Hmmm ahhh ahhhmm ”
Mulutnya mendesah tanpa henti setiap saat penis itu keluar masuk dalam
vaginanya, terkadang Slamet melakukan deep penetration dengan
menghentakan pinggulnya kuat-kuat yang membuat Shellina kelojotan enak
menikmati ini semua,..
Berpacu beberapa menit lamanya, nafas mereka makin menderu, lenguhan pun saling bersahut mengisi ruang kedap suara itu,..
” Gue mau keluar nich, hmmm awww.. ” Slamet melenguh sambil meringis saat punggungnya dicakar oleh Shellina,..
” Hah, udah aww..mhhmmmpp?? ” Tanya Shellina disela desahannya,..
” Iya, mank gini ceritanya, ahhh ” Slamet mendesah-desah tak karuan,..
” Gak, rubah aja ceritanya, tahan sebentar lagi,.. ” Perintah Shellina,..
” Kenapaaahh.. ?? Dah gak kuat nichhh.. ” Slamet protes,..
” Gue juga dah mau, tahannn ajahhhh ” Terang Shellina,..
Kini Shellina malah lebih gila daripada Slamet, mengenjot Slamet,
sambil berusaha mencapai organsmenya yang kesekian kali,..hingga
akhirnya sebuah organsme kecil menghentak dirinya, vaginanya langsung
merapat, meremas penis Slamet yang ada didalamnya,.
” Ughh.. ” Slamet melolong tak tertahan saat memuncratkan cairan spermanya dalam vagina Shellina,..
” Hmmm ” Semburan sperma itu menyentuh leher rahimnya, sehingga
membuat Shellina kembali berorgansme setelah diobok-obok oleh Slamet
sedemikian rupa,..
Shellina tahu ini bukan masa suburnya sehingga tak ragu untuk menerima semburan sperma Slamet dalam vaginanya,..
Seolah melupakan semuanya Shellina begitu pasrah saat Slamet memagut
bibirnya, keduanya berciuman dengan mesra, bahkan Shellina melingkarkan
tangannya ke leher Slamet, memberikan pelukan hangat pada penjahat
itu,..
Kaki Shellina masih memeluk pinggang Slamet, hingga penis Slamet yang
sudah mengecil dalam vaginanya tertahan untuk bisa keluar, hanya cairan
sperma yang bercampur dengan cairan vaginanya yang menetes keluar
membasahi kursi itu,..
Keduanya berciuman cukup lama sebelum akhirnya Shellina turun dari pangkuan Slamet,..
” Dah itu semua ?? ” Tanya Shellina, menjaga gengsi sambil menulis
sesuatu dia atas kertas,..meski nafasnya masih memburu dan wajah yang
keringatan, setelah selesai dia memberikan kertas itu pada Slamet untuk
dibaca oleh si penjahat,..
” Wooww.. ” Slamet terkekeh sembari mengenakan celana panjangnya
kembali,..Sementara Shellina terduduk di kursi dengan nafas yang
tersengal-sengal, kelelahan, tangannya sibuk melap bekas semprotan
sperma Slamet disekitar bibir vaginanya,..
Setelah cukup bersih, dia pun mengenakan kembali celana dalamnya
sekaligus stockingnya, mengambil topi pet polisinya di meja, dan
menaruhnya di kepalanya, walaupun rambutnya sudah tak rapih dan sedikit
kusut,..
” Ok,. Sekarang tanda tangani berkas acara yang sudah direvisi ini,..
” Shellina kembali tegas, tak terlihat Shellina yang melenguh-lenguh
dan sedikit bitchy yang tadi,..
” OK..OK,.. ” Slamet meresleting celananya sebelum membubuhkan tanda
tangannya di kertas acara itu,..” Gak mau reka ulang lagi??,.. ” Slamet
tertawa..
” DIAM..!!! ” Wajah cantik Shellina sedikit memerah karena malu,..
Gadis itu pun bergegas berbalik, dan menutup ruang interogasi dan
menguncinya,. Sementara Slamet hanya bisa bengong, gelap,.. dikonciin
lagi…
^^^^
” Jadi semua ini laporan anda,..Nyonya Caroline ?? ” Tuduh Maria,..
Si wanita itu hanya diam sambil tersenyum, ” Jadi dengan hanya
melihat Jaka masuk kerumah saat tengah malam itu, anda menuduh dia yang
mencuri pakaian dalam para gadis di sekitar komplek ini,..Lucu.. ”
Nadanya berubah sinis,..
Para penghuni datang ke Kantor polisi, berusaha membebaskan Jaka dari
segala tuntutan atas dirinya, diruangan itu ada Jaka, Shellina, Maria,
Judy, Karen, dan Sherry,.sementara Jaka masih duduk bengong dengan
tangan dibogor, susuk diam dipojok ruangan kebinggungan , sedangkan
Maria lebih banyak bicara, berusaha membela Jaka,..
Nyonya Caroline sendiri seorang wanita berumur sekitar 30-an akhir,
cantik dalam kematangannya, berambut panjang yang diikat ditambah
polesan halus seperti gaya orang seumurannya, berpakaian sopan namun
ketat yang menonjolkan lekuk tubuhnya, bagaiamanapun wanita ini tetap
terlihat sangat cantik di usianya yang sekarang,..
” Dasar Janda gak laku,.. ” Maria meneruskan perkataanya,..
” Gak laku ?? Bukannya kamu cewek gatel yang suka memanfaatkan para pria .. ” Nyonya itu gak kalah berbisa mulutnya,..
” Sudah-sudah ini kantor polisi,.. ” Shellina menengahi,..
Sementara tensi diantara kedua wanita itu makin meninggi, Jaka dan
para penghuni NewParadise yang lainnya hanya bisa tertegun saja
memandangi persaingan kedua orang ini,..
” Emangnya ada apa sich ?? ” Sherry berbisik pada Maria,..
” Ada apa ?? Lucu .. ” Padahal bisikan Maria begitu pelan, tapi terdengar juga oleh nyonya Caroline itu,..
” Dia adalah orang yang merebut bakul nasi orang lain,.. ” Nyonya itu melanjutkan perkataannya,..
” Bakul nasi ?? ” Yang lainnya berkata keheranan,..
” Ya 4 tahun yang lalu di kontes Putri sebuah Pusat Perbelanjaan,
kami berdua sampai di final, hadiahnya satu bal beras kualitas
terbaik,..Orang ini dengan licik merebut hadiah itu dari-ku ” Lanjut
nyonya itu berapi-api..
‘ Kontes Ratu Pasar ?? ‘ Jaka binggung ‘ Ga keren amat ? ‘
” Licik ?? itu kecelakaan.. ” Maria membela diri..
” Kecelakaan ?? Dasar wanita murahan.. ” Kedua wanita ini kembali terlibat pertengkaran,..
” Diam !!!! ini kantor polisi.. !! ” Sellina akhirnya kembali hilang kesabaran…
Semua yang ada di kantor polisi itu pun hanya bisa tertegun,..
” Jaka, kamu bebas, pencuri ini sudah mengaku,.. ” Shellina melanjutkan
” Maaf atas semua kesalah pahaman ini,.. ” Shellina memberikan sebuah
bingkisan permohonan maaf,.. ” Nyonya Charoline, harap tetap disini,
untuk memberikan pernyataan tertulis.. “
” Dasar Janda tua,.. ” Maria tertawa sambil berlalu diikuti gadis-gadis lainnya, bersama Jaka juga yang masih kebinggungan,..
” Kecelakaan ?? Kecelakaan apa ?? “
ACT VII : Penguntit ?? , Les aja dech ya !!
” Iya bu, saya baik-baik aja di sini,.. hah ?? Kenapa ?? ” Jaka
berbicara dengan Ibu-nya, melepas rindu dengan HandPhone butut-nya
itu,..
” Oh, belajar sich jalan terus ?? ” Lanjut Jaka, ” Oh , tinggal di
rumah kontrakan , Cowok semua bu,.. ” Rasanya sedih sekali Jaka harus
membohongi ibu-nya itu, seumur hidup dapat dihitung dengan Jari, berapa
banyak dia membohongi ibu-nya,..
Masih diingat pertama kali dia berbohong pada ibu-nya saat Jaka gak
naik kelas, bukan-bukan gara-gara kebanyakan pacaran , tapi emank
otak-nya aja yang bebal, saking takutnya Jaka berbohong kalau dia naik
kelas, beruntung ibu-nya buta huruf,..
” Yawda, ya bu, bayarnya mahal,. ” Jaka sedih sekali mengatakannya,..merasa bersalah karena kebohongan yang dibuatnya,..
” Tut. ” Bunyi Handphone mati, bukan dimatikan oleh Jaka, tapi pulsa habis,..
” Ya ampun, ibu jangan marah ya,.. ” Jaka ketakutan,..
Hah, udah lah, Jaka beranjak dari tempat duduknya, membuka jendela kamarnya,..
Sesosok pria bergegas meninggalkan tempatnya tadi, dan menghilang
dalam kegelapan, Jaka mulai curiga dan berfikir dengan otaknya yang
kecil, Siapa orang itu ?? Apa maunya ?? Apa dia mengawasi rumah ini ??
Atau dia penguntit ??
Jaka pusing sendiri dengan khayalannya, pikirannya menjadi tidak tenang, yang diingat dari Pria itu hanya sebuah Jam tangan Emas yang pastinya mahal,..
Jaka pusing sendiri dengan khayalannya, pikirannya menjadi tidak tenang, yang diingat dari Pria itu hanya sebuah Jam tangan Emas yang pastinya mahal,..
” Jaka !! ” Panggil Sherry,..Jaka yakin itu, karena hanya tersisa,
Karen dan Sherry di rumah ini, Judy, Valen, dan Maria, sedang
keluar,.Karen, demam sejak semalam dan pastinya gak mungkin kuat untuk
berteriak sekeras itu
Jaka pun bergegas keluar dari kamarnya,..
” Ada apa ?? ” Jaka berlari kearah sumber suara di lantai dua..
” Jaka disini,.. ” panggil suara itu lagi, dari arah kamar mandi..
Langkahnya terhenti di depan pintu kamar mandi, masalahnya tertulis ”
Ada orang ” di labelnya,.. ” Jaka, masuk sini,.. ” Panggil Sherry
lagi,.
‘ Karen lagi sakit lagi ‘ Jaka berfikir, ragu untuk masuk,..
” Lama amat sich !! ” Sherry habis kesabaran sampai akhirnya membuka
pintu kamar mandi itu, Darah kembali mengalir dari hidung Jaka,..
Seolah tak perduli Jaka itu juga Cowok normal dengan tubuh yang masih
basah, dan handuk kecil yang benar-benar kekecilan untuk menutupi tubuh
montok-nya, Sherry keluar dari kamar mandi,.. Handuk kecil tipisnya
hanya mampu menutupi putting payudaranya dan beberapa centi lebih rendah
dari pangkal pahanya,..tubunya yang basah dengan rambut panjang
terurai, membuat Sherry semakin sensual dan jantung Jaka pun berdebar
makin kencang,..
” Jaka, dipanggil tuch cepet, bisa !! ” Sherry sedikit kesal,..
” I..i..iya maaaap.. ” Jaka sampai menunduk-nunduk malu, sambil menutup hidungnya dengan jempol menahan mimisan,..
” Tolong donk, Showernya rusak gimana nich.. ” Sherry mengeluh,…
” Ya..ya..langsung diperbaiki..” Jaka sigap sekali masuk kedalam
kamar mandi dan memperbaiki keran ledengnya,utak-atik sana, utak-atik
sini padahal sebenernya cuma kendor saja,..
” Dah beres.. ” Jaka mengatakan dengan bangga,..
” Wow, hebat banget,.. ” Puji Sherry, sambil menepuk-nepuk bahu Jaka memberi semangat,..
‘ Plukk ‘ handuk Sherry jatuh tak sengaja,..
Kaki Jaka langsung gemetar, payudara Sherry yang besar dengan puting
payudara yang mengacung dengan sedikit bulir-bulir air bekas mandinya
yang belum selesai tadi masih mengalir kea rah putingnya, bahkan menetes
jatuh dari putngnya itu,..perutnya yang rata dan juga indah sekali,
tubuh-nya putih tanpa satupun tahi lalat di tubuh putih mulusnya,..
Jaka menelan ludah, apalagi dedeknya makin keras berdiri, Kakinya yang gemetaran makin tak kuasa menopang tubuhnya,
Matanya makin melorot kebawah, kearah pinggul Sherry yang bohai,
Upss..untung saja Sherry sigap menarik Handuk-nya yang jatuh itu
menutupi vagina dan payudarnya, tak lama handuk tadi kembali ketempatnya
semula,..
Hampir saja, moral Jaka dipertanyakan,..
” Hmm,.. maap ya Jaka,.. ” Sherry sedikit malu, wajahnya merah padam,
menambah kecantikannya, Jaka hanya mengganguk, kakinya lemas hingga tak
mampu menopangnya berdiri, Jaka pun berusaha naik berdiri, bersandar ke
wastafel,..Wajahnya juga merah, tapi kagak imut, Jijik malah kayak
udang rebus..
Sherry pun kembali masuk kamar mandi, dan menutup pintu-nya, Jaka pun
bangkit berdiri dan turun kebawah, mencari tissue untuk mimisannya dan
bergegas tidur,..
^^^^
” Waw, telat ” Jaka panik sekali meloncat dari ranjangnya,..
Para penghuni yang lain sampai masuk ke kamar Jaka khawatir terjadi apa-apa,..
” Kenapa Jaka ” Tanya Maria,..
” Telat … “
” Ya ampu, telat doank,..Yawda langsung pergi aja, gak usah siapin
makana, sama beberes, nanti kita aja yang beresin,.. ” Kata Judy,..
” Terima kasih,.. ” Jaka benar-benar bersyukur, gak mungkin dia telet
di hari pertamanya, kursus intensif masuk perguruan tinggi negeri
itu,..biayanya juga mahal lagi, Gak mandi, gak sikat gigi..Jaka bergegas
membereskan bukunya, dan pergi ke tempat lesnya,..
Kecepatannya membuat para penghuni lain sampai menggeleng kepala tak
percaya, melihat jam tangan masing-masing,..tepat 1 menit kemudian Jaka
kembali ke rumah itu,..
” Hehehe, lupa masih pake piyama.. ” Kata Jaka malu-malu,..
^^^^
Sampai sekitar pukul 5 sore Jaka memeras otaknya yang kecil itu,..Nah
yang gendut duduk disebelah Jaka itu namanya Bobby teman sekampung
Jaka, tapi 3 tahun lebih tua, dan sudah 3 tahun juga berusaha masuk ke
perguruan tinggi negeri yang sama-sama dituju oleh Jaka, dan selama 3
tahun juga si Bobby yang nama aslinya Bady ini gagal,..
” Jaka-Jaka,..jelek banget sich lu,.. ” Kata Bobby saat mereka berjalan pulang bersama dari tempat les,..
” Sama lu juga Bob,.. ” Jaka gak mau kalah,..
” Hahahaha… , Makan dulu yuk.. ” Ajak Bobby,..
” Duh, musti langsung pulang nich,.. ” Jaka mengelak,..
” Kan dah lama gak ketemu, ampun dech,..LU yang bayar dech tenang aja.. ” Babby memaksa,..
” Hah ?? ” Jaka sedikit curiga dengan kata-kata Bobby yang gak jelas tadi,..
” Ayo Ahh.. ” Tarik Bobby,..
Jaka pun menyerah dan akhirnya mereka makan MC-Donald, dan Jaka yang musti bayar,..
” Awas luh !!.. ” Jaka bersungut-sungut,..melihat dompetnya yang tinggal 1000 perak dan duit receh 100 perak 5 biji,..
” Ya ampun, ama temen aja itungan banget ?? ” Bobby melahap Burgernya yang kedua,..
Jaka pun tak berdaya, sambil menggigit roti daging berbentuk bulat yang beru pertama kali dimakannya,..
” Enak-kan ?? ” Tanya Bobby,.. ” Makanya jangan Cuma tau pepes oncom aja hahaha “
Kesal juga Jaka, tapi mank enak juga sich,..
Mereka pun ngobrol terus sampai malam, pejaga MC-D juga sampai kesal , tapi gak enak aja ngusir tamunya,..
Sepasang manusia berjalan di luar kedai MC-D itu, Jaka serasa
mengenal wanita yang bergaun hitam itu, cantik berambut panjang, dengan
wajah menantang dan tomboy, body yang sexy,..Valen ?? Jaka seolah tak
percaya,..sedangkan bandot yang disebelahnya mulai mengerayangi tubuh si
cewek,..dari bahu merambat sampai ke bokongnya, meremas dan
mengerayangi bokong sexy wanita itu, anehnya wanita itu gak berontak dan
gak melawan, padahal didepan umum,..
Dari lengan Jas-nya terlihat Arloji emas, Rolex,..ya ampun, Jaka
langsung teringat dengan lelaki yang semalam itu,..Jaka pun mengambil
Tasnya dan langsung keluar, tanpa sepatah kata-pun, Bobby tercengang
binggung, sebelum ikut keluar mengikuti Jaka,..
Langkah mereka berdua terhenti, didepan pintu masuk, pintu masuk
sebuah Bar, Bar malam yang penuh dengan wanita dan bau maksiat,..Jaka
ragu untuk masuk,..
Bobby yang terengah-engah mengejar Jaka berkata,..
” Gila lu Jack, baru berapa hari di kota udah tahu tempat maksiat gini,.. “
” Maksiat ?? ” Tanya Jaka, binggung,..
” Maksiat ?? ” Tanya Jaka, binggung,..
” Hahaha, pura-pura gak tahu lagi,..” Bobby menepuk pundak Jaka, bercanda
Jaka mengamati seluruh tempat itu, di depannya tertulis, ” AS of The
Month ” dengan sebuah foto gadis Cantik, Jaka sampai mendekati foto itu
tak percaya,..mengucek matanya , lagi dan lagi sebelum yakin benar,
cewek di foto itu Valen,..
” Valen dan Cowok penguntit itu ?? ” Jaka makin binggung, tertegun didepan pintu Bar itu,..
